AYOJAKARTA.COM – Mendekati puncak pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 mendatang nama para kandidat capres kian disorot publik, termasuk Anies Baswedan.
Sementara dua kandidat capres yakni Ganjar dan Prabowo yang disorot karena belum memiliki cawapres pendamping, capres Anies Baswedan disorot karena hal lain.
Salah satu hal yang terus menjadi sorotan bagi capres Anies Baswedan adalah stigma sebagai kandidat intoleran.
Meski anggapan miring semacam itu tidak pernah terbukti dan justru disanggah oleh pihak-pihak yang seharusnya dirugikan, namun upaya mendiskreditkan tetap berjalan.
Menyadari ada kekeliruan dalam menerjemahkan informasi, langkah pelurusan terhadap kebenaran kemudian mulai dilakukan sejumlah kalangan.
Salah satunya sebagaimana yang belum lama ini dilakukan oleh Koordinator Wilayah PMPHI atau Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia, Gandi Parapat.
Baca Juga: Tak Gentar! Anies Baswedan dan Cak Imin Siap Hadapi Dua Poros di Pilpres 2024
Figur yang pada saat Pilkada DKI Jakarta mengaku sebagai pendukung Pasangan Jokowi-Ahok tersebut, mengaku termakan informasi yang keliru.
Gandhi menganggap dengan mendukung pasangan tersebut, maka persoalan kebhinekaan tidak akan mencuat ke permukaan dan menjadi beban.
“Itu makanya kita doakan Ahok dan Jokowi, supaya kaum minoritas diperhatikan,” ujar Gandhi dalam sebuah siniar.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Terus Naik, Cak Imin Bawa Perubahan?
Lebih lanjut, tokoh masyarakat yang namanya sudah dikenal luas masyarakat Medan, Sumatera Utara ini menegaskan bahwa dirinya kurang percaya dengan sosok Anies.
Selain karena terpengaruh oleh kabar yang saat itu banyak beredar, anggapan negatif juga lahir karena terlalu masifnya permasalahan subyektif.
Namun demikian, Gandi kemudian mengetahui bahwa sejumlah persoalan sensitif yang terjadi di Ibukota Jakarta justru diam-diam diselesaikan oleh Anies Baswedan.
Baca Juga: Anies Baswedan Bocorkan Kapten Timnas AMIN, Sebut Bukan Cuma Satu Orang
Hal tersebut terjadi usai Gandi mengetahui langsung bahwa sejumlah persoalan di kalangan minoritas tuntas oleh Anies.
“Tapi dalam perjalan Anies sebagai Gubernur, Anies tidak seperti yang saya bayangkan itu, rupanya Pak Anies ini tidak risih dengan orang Minoritas,” ungkap Gandi, tegas.
Dalam siniar tersebut, sosok yang rutin bolak-balik Medan-Jakarta-Medan ini mengaku selalu berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta.
Baca Juga: Anies Baswedan Sesumbar Soal Ekonomi Berkualitas, Pastikan Merata di Seluruh Indonesia?
Selain untuk merespon persoalan di kalangan minoritas, upaya tersebut juga dilakukan sebagai salah satu cara memahami realitas.
Dari rutinitasnya tersebut, Gandi kemudian mengetahui bahwa permasalahan terkait kebhinekaan atau bahkan SARA sudah tidak banyak menjadi aduan.
Rasa sesal sempat membuat Gandi merasa geram, pasalnya hal-hal besar yang dilakukan Anies tidak diketahuinya melalui media manapun.
Baca Juga: SKCK Para Capres Sudah Terbit! Ini Deretan Janji Politik Anies, Ganjar dan Prabowo!
“Saya sesalkan juga sama Pak Anies, kenapa hal itu tidak dipublikasikan, ini penting karena Anies bukan penjahat,” pungkas Gandi dengan dialek Medan yang lepas.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Rabu, 27 September 2023 dari kanal Youtube Aktual Channel. ***

Share this article
Anies Bswedan dinilai telah menyelesaikan sejumlah persoalan sensitif yang melibatkan kaum minoritas di Jakarta.