AYOJAKARTA.COM -- Salah satu hal yang membuat capres Anies Baswedan mendapat cukup banyak tekanan adalah keberlangsungan kebijakan.
Ada semacam kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa Anies Baswedan akan mereset kembali kebijakan, jika terpilih sebagai Presiden.
Adanya anggapan bahwa Anies Baswedan merupakan antitesis dari Presiden Joko Widodo, membuat sebagian kalangan tidak mudah memberi kepercayaan.
Baca Juga: Cara Membuat Agar Pesan WhatsApp Tetap Centang Satu padahal Sudah Kita Baca dan Online
Terkait dengan adanya anggapan tersebut, Anies Baswedan dalam sebuah siniar memberi pernyataan.
Menurut Anies, nilai penting dari pembangunan adalah suatu hal yang berkelanjutan dan memiliki aspek keadilan.
Sehingga setiap pembangunan yang sudah memenuhi aspek tersebut, tidak perlu lagi diperbaharui.
Namun suatu pembangunan akan terus dilakukan perbaikan, sampai titik keseimbangan dan keadilan terpenuhi bagi banyak kalangan.
Dalam membuat dan merancang sebuah kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, menurut Anies ada beberapa hal yang perlu terus dilakukan.
“Pertama apakah yang sudah ada sekarang perlu ditingkatkan, kemudian kedu apa yang sudah ada dan perlu dikoreksi” jelas Anies Baswedan.
Baca Juga: Fakta Unik Orang yang suka Pakai Jam Tangan di Sebelah Kiri, Apa Saja?
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa hal ketiga mengenai substansi kebijakan dan pembangunan adalah relevansi dengan situasi.
“Yang ketiga apa hal yang sekarang yang ternyata tidak berjalan dengan baik, sehingga tidak layak untuk diteruskan,” imbuhnya.
Adapun aspek keempat terkait kebijakan dan pembangunan yang perlu dijadikan sebagai pertimbangan adalah pembaharuan dari aspek sebelumnya.
Anies menilai, dengan terus mengedepankan empat aspek kebijakan tersebut maka peran dan eksistensi Indonesia akan terus mengalami perbaikan.
Sehubungan dengan program Presiden Joko Widodo yang membuat banyak publik melirik Anies adalah keberlangsungan Program Ibu Kota Nusantara.
Tidak adanya konsistensi atau kepastian Anies terhadap keberlangsungan program tersebut, membuatnya dinilai kurang tegas sebagai calon pemimpin.
Baca Juga: Cara Melihat Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus Pengirim padahal Belum Terbaca
Menyikapi penilaian tersebut, Anies beranggapan bahwa sebuah kebijakan hendaknya perlu mempertimbangan banyak hal sehingga sumber daya tidak menjadi sia-sia.
Selain perlu banyak pertimbangan dan pemikiran, sebuah kebijakan juga perlu memperhatikan aspek penting lain mengenai landasan hukum ataupun regulasi.
“Jadi kita, kita juga tidak perlu kemudian segalanya serba harus beda gitu, ya enggaklah,” jelas Anies.
Menurut Anies, salah satu fungsi adanya pemerintahan adalah melanjutkan pemerintahan selanjutnya, sehingga ada ritme yang sama dari setiap pemerintahan.
Setiap kebijakan yang menyangkut pembangunan, menurut Anies merupakan suatu hal yang harus mendapat apresiasi.
Baca Juga: Cara Mengecek Siapa Saja yang Sudah Memblokir Kontak WhatsApp Kita, Cek di Sini!
“Menurut saya penting untuk kita selalu menghormati apa yang sudah dikerjakan sebelumnya, dan tidak perlu menuding dengan tudingan macam-macam,” pungkas Anies.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 26 Agustus 2023 dari kanal Youtube Anies Baswedan.

Share this article
Salah satu hal yang membuat capres Anies Baswedan mendapat cukup banyak tekanan adalah keberlangsungan kebijakan.