AYOJAKARTA.COM -- Nama Erwin Aksa Mahmud menjadi sorotan netizen usai mengungkap perjanjian utang piutang antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada 2017 lalu.
Hal tersebut ia ungkapkan pada saat menjadi bintang tamu YouTube Akbar Faizal Uncensored dimana Erwin menyebutkan ada perjanjian utang piutang sebesar Rp50 miliar antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Lantas, siapa sosok Erwin Aksa yang diperbincangkan netizen tersebut?
Dihimpun dari berbagai sumber, Erwin Aksa lahir pada 7 Desember 1975 di Ujungpandang, Sulawesi Selatan.
Ayahnya merupakan pengusaha pemilik Grup Bosowa, Aksa Mahmud. Sedangkan sang ibu Ramlah Kalla yang merupakan adik dari Jusuf Kalla.
Diketahui Erwin menempuh pendidikan sekolah dasar di Pembangunan III Makassar pada 1981 sampai 1987. Kemudian ia melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Islamic Athirah Makassar (1987-1990). Setelah itu Erwin menempuh pendidikan di SMAN 5 Bandung pada 1990 sampai 1993. Lalu, Erwin kuliah di jurusan ekonomi di University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 1993 sampai 1997.
Pada 2006, Erwin ditunjuk menjadi direktur Utama Bosowa Group. Dalam hal ini Erwin pun keras mengembangkan Bosowa. Kini ia menjabat sebagai Komisaris Utama Bosowa Group.
Selanjutnya, Erwin juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur periode 2015-2020.
Tak hanya itu, ia juga mengikuti jejak sang ayah menjadi politikus dan bergabung dengan Partai Golkar. Dalam kariernya di dunia politik Erwin pernah menjadi Wakil Bendahara Umum Partai Golkar pada periode 2009 sampai 2014, serta menjadi Ketua Bidang Koperasi dan UKM di DPP Partai Golkar (2014-2020).
Selain karir di bidang politik, Erwin pernah juga menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2008-2011.
Untuk saat ini Erwin menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golongan Karya.
Sebelumnya diketahui Erwin Aksa juga mengungkap Anies masih berutang Rp50 miliar kepada Sandiaga Uno. Utang tersebut digunakan untuk membiayai logistik Pilkada Jakarta 2017 lalu dan hingga kini belum dilunasi. Ia juga menyebutkan tentang perjanjian politik lainnya yang diminta oleh Jusuf Kalla sebagai bagian dari pembagian tugasnya Anies seperti perjanjian kerja antara dirinya dengan SBY pada saat memerintahkan jadi presiden.
Namun pernyataan tersebut dibantah relawan Anies di mana perjanjian tersebut sudah dianggap lunas ketika Anies menang pilkada tersebut.***

Share this article
Nama Erwin Aksa Mahmud menjadi sorotan usai sebut ada utang piutang antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada 2017 lalu.