AYOJAKARTA.COM — Greenpeace Indonesia menanggapi beredarnya foto diduga offset (awetan) kulit harimau yang dijadikan taplak meja.
Greenpeace sangat menyayangkan hal tersebut lantaran dilakukan oleh seorang Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Dalam foto itu terlihat Bambang Soesatyo sedang duduk di tengah beserta orang-orang lainnya yang duduk di hadapannya.
Diduga hiasan kulit harimau dijadikan taplak di meja dalam pertemuan tersebut.
Greenpeace menyebut perilaku Ketua MPR itu tidak untuk ditiru. Mereka juga heran atas perilaku pejabat tersebut yang dinilai melanggar Undang-Undang.
"Hmmm.. Jelas bukan sebuah perilaku yang patut ditiru, apalagi dari seorang ketua MPR @mprgoid. Memajang apalagi memiliki hiasan dari hewan langka dan dilindungi seperti Harimau Sumatera adalah melanggar UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Duh punya pejabat kok gini amat yak," tulis Greenpeace di akun Instagram mereka, Rabu, 8 Februari 2023.
Diberitakan Republika, hal senada juga dilontarkan Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI).
"Ini mengejutkan kami. KPHI menjunjung tinggi perlindungan dan perlakuan baik terhadap hewan, baik hewan domestik maupun satwa liar, dalam keadaan hidup maupun mati," kata pernyataan KPHI melalui Instagram @koalisiperlindunganhewan.id di Jakarta, Rabu, 8 Februari 2023.
KPHI sangat menyayangkan masih adanya kepemilikan kulit satwa liar terutama untuk hewan yang terancam punah sebagai objek hiasan. KPHI merujuk kepada sikap yang dicitrakan oleh seorang pejabat tinggi negara.
"Kami mengingatkan bahwa sejatinya seorang pejabat tinggi negara memiliki tanggung jawab untuk menghindari perilaku tidak pantas yang dapat merendahkan citra negara sesuai norma," demikian pernyataan tersebut.
Sesuai konteks foto, KPHI menilai, pejabat sepantasnya memiliki batasan pribadi dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku dengan tidak mencampur-adukkan gaya hidup mewah atau pamer dengan pekerjaan professional. Berkaitan dengan kepemilikan offset, lanjut KPHI, terasa kurang sejalan dengan etika konservasi, dan terkesan menormalisasi pemanfaatan berlebihan atau eksploitasi satwa liar dilindungi.
Menanggapi kecaman publik, melalui akun Instagram resmi, Bambang Soesatyo berikan klarifikasi bahwa taplak meja yang digunakannya itu adalah sebuah replika.
Pengakuannya, alas atau taplak meja seperti kulit harimau itu terbuat dari busa pahatan tangan yang dibuat senyata mungkin.
"Ngga usah tegang. kalau minat ada. Terbuat dari dari busa pahatan tangan, resin, wol, dan bulu imitasi dan dilukis dengan tangan agar terlihat senyata mungkin. Ini karya anak bangsa," tulisnya menjawab komentar.
Sebelumnya, foto heboh usai diunggah oleh akun Twitter @ftryshanie pada Senin, 6 Februari 2023. Unggahan itu kini sudah dilihat lebih dari 887 ribu kali.***

Share this article
Greenpeace Indonesia menanggapi terkait foto offsite (awetan) kulit harimau yang dijadikan taplak meja.