AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini kabar mengenai bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024 sedang ramai diperbincangkan.
Sudah muncul berbagai nama yang masuk dalam bursa Pilgub DKI 2024.
Berbagai nama yang belakangan santer diisukan bakal diusung masuk bursa Pilgub DKI tersebut di antaranya Grace Natalie, Ridwan Kamil, Heru Budi, Anies Baswedan, dan sejumlah nama lain.
Namun, di tengah ramainya nama-nama yang diisukan masuk bursa Pilgub DKI 2024 tersebut, cawapres Mahfud MD justru memberi tanggapan berbeda.
Sebagaimana diketahui, Mahfud MD baru saja kalah dalam PIlpres 2024 bersama pasangannya yakni capres Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Berikan Tausiyah Politik, Mahfud MD: Islam dan Gerakan Politik, Asal Muasal Negara Pancasila
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapatkan suara terendah dalam Pilpres 2024 yang sudah digelar pada 14 Februari 2024 kemarin.
Sementara menanggapi soal Pilgub DKI Jakarta 2024 nanti, Mahfud MD tegas mengingatkan parta-partai politik untuk melawan adanya cawe-cawe presiden dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.
Menurut Mahfud MD, cawe-cawe presiden dalam PIlkada DKI Jakarta 2024 tersebut akan masuk melalui Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ).
“Undang-undang itu memang harus dibuat karena ada Undang-Undang IKN,” ujar Mahfud MD dikutip dari tayangan YouTube METRO TV pada Senin, 25 Maret 2024.
Mahfud MD lantas menyampaikan dengan tegas bahwa ada bagian dari RUU DKJ tersebut yang isinya mengecoh.
Baca Juga: Tausiyah Ramadhan Mahfud MD: Islam dan Gerakan Politik, Sebuah Negara Kosmopolit
“Tapi ada satu isi yang disitu sangat mengecoh kalau saudara tidak hati-hati,” tegas Mahfud MD.
“Yaitu Gubernur DKI semula itu akan dipilih oleh lresiden langsung karena ini daerah khusus,” imbuhnya.
Selanjutnya, Mahfud MD kemudian menjelaskan soal isi RUU DKJ yang dinilai mengecoh dan dinilai ada cawe-cawe dari pihak tertentu tersebut.
“Masyarakat tidak setuju, lalu sekarang kesepakatan sementara itu nanti Gubernur DKJ itu akan dipilih 2 nama oleh DPR lalu diserahkan kepada presiden,” terang Mahfud MD.
Dari situlah Mahfud MD menuturkan jika isi dari RUU DKJ tersebut bisa menimbulkan kronisme di Pilgub DKI Jakarta 2024 nanti.
“Presiden nentukan 1, ini bisa berpotensi kronisme lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Keseruan Mahfud MD Ngabuburit Nobar dan Diskusi Film Eksil: Sangat Bagus dan…
Bukan itu saja, Mahfud MD juga meminta masyarakat untuk tegas menolak karena hal tersebut tentu bisa jadi akal-akalan untuk cawe-cawe dalam Pilgub Jakarta.
“Oleh sebab itu masyarakat harus tetap menolak, ini akal-akalan baru untuk ikut cawe-cawe tidak jujur di dalam pemilihan Gubernur Jakarta,” tegasnya.
“Oleh sebab itu masyarakat harus mengawal dan saya berharap pada partai-partai besar tetap menolak gagasan pemilihan kecuali pemilihan langsung seperti yang biasa itu harus kita kawal," kata Mahfud.***

Share this article
Mahfud MD tegas mengingatkan parta-partai politik untuk melawan adanya cawe-cawe presiden dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.