AYOJAKARTA.COM – Mendekati waktu pendaftaran peserta Pilkada Jakarta, sejumlah partai kian sibuk melakukan lobi-lobi politik.
Penetapan Anies Baswedan secara definitif oleh DPW PKB Jakarta membuka sinyalemen konfigurasi politik yang akan berkembang di Pilkada Jakarta.
Dinamika Pilkada Jakarta menurut Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia tak akan jauh berbeda dengan situasi saat pemilihan presiden.
Anggapan tersebut mencuat setelah sejumlah partai Koalisi Indonesia Maju atau KIM yang mengusung Prabowo Subianto memberikan tawaran kursi cawagub kepada PKS.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Maju Tawari PKS Posisi Cawagub, Begini Respons Menohok Anies Baswedan
Selain menawarkan Wakil Gubernur, Koalisi Indonesia Maju juga menawarkan jabatan menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sejumlah tawaran politik tersebut dapat diperoleh PKS jika bersedia memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil sebagai kandidat Cagub Jakarta.
Pernyataan terkait adanya tawaran tersebut diungkap langsung Presiden PKS, Ahmad Syaikhu kepada awak media.
Namun demikian, PKS mengaku akan melakukan sejumlah kalkulasi terkait adanya tawaran yang datang dari Koalisi Indonesia Maju.
Sehubungan dengan adanya tawaran politik yang disodorkan kepada PKS, Adi Prayitno memberikan tanggapan.
Menurut Adi Prayitno, upaya berkoalisi yang dilakukan KIM terhadap PKS merupakan ujian kekuatan iman politik.
“Itu upaya melobi PKS supaya PKS tidak bisa mengusung Anies di Pilkada Jakarta karena publik tahu Anies itu sangat identik dengan PKS,” ungkap Adi Prayitno dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Kamis (20/6/2024).
Kepastian Anies Baswedan untuk bisa berlaga di Pilkada Jakarta menurut Adi sangat berkaitan dengan dukungan yang diberikan PKS.
Baca Juga: Pilgub Jakarta 2024: Anies Baswedan Banyak di Lirik Partai Politik, Berpotensi Diusung Koalisi Besar
Selain Pilkada Jakarta, upaya KIM mengajak PKS berkoalisi juga sempat terjadi pada Pilpres Februari 2024 lalu.
Namun rayuan tersebut terbantah setelah PKS mengumumkan nama Anies Baswedan sebagai kandidat Capres di ajang pemilihan presiden.
Menang dua periode berturut-turut dalam Pilkada dan menjadi partai paling mendominasi di Jakarta, PKS mendapat sejumlah tawaran.
Terkait dengan tawaran posisi yang diberikan KIM terhadap PKS, Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti memberikan tanggapan.
Menurut Ray, tawaran yang datang dari KIM merupakan salah satu cara untuk memastikan kemenangan di Jakarta.
Guna menghadapi sosok Anies Baswedan di Jakarta, Ray menilai Koalisi Indonesia Maju sangat membutuhkan campur tangan PKS.
Tanpa adanya dukungan nyata dari PKS, kesempatan menang di Pilkada Jakarta akan menemukan kesulitan.
Penawaran terhadap PKS, menurut Ray juga merupakan salah satu indikasi masih adanya keraguan KIM terhadap kekuatan pihak lawan.
“Meski RK didampingi Kaesang, potensi untuk menang di Jakarta akan lemah kalau PKS tidak ditarik,” ungkap Ray Rangkuti.***

Share this article
Ada tawaran menarik bagi PKS dari Koalisi Indonesia Maju jika mau melakukan manuver ini di Pilkada Jakarta.