AYOJAKARTA.COM – Keluhan akibat banyaknya pengunjung taman yang sibuk berburu Koin Jagat mulai semakin sering beredar di jagat maya.
Menggabungkan antara peta digital atau GPS dengan dunia nyata, aktivitas berburu Koin Jagat merupakan jenis permainan treasure hunt yang diperkenalkan oleh aplikasi Jagat.
Pemain yang berhasil menemukan Koin Jagat, dapat secara langsung melakukan pertukaran hingga menjadi uang tunai melalui dompet digital atau e-wallet.
Baca Juga: SNBP 2025: 5 Strategi Lolos Ini Bisa Bantu Kamu Loh, Nomor 5 Paling Penting
Adapun besaran nominal koin yang dapat ditukarkan menjadi uan tunai disesuaikan dengan jenis koin mulai dari Perunggu, Perak Hingga Emas.
Berkesempatan untuk memperoleh uang sedikitnya Rp 300,000 untuk koin jenis Perunggu, pemain sangat mengidamkan koin jenis Emas karena mampu mencapai Rp 100,000,000.
Untuk dapat menemukan koin Jagat, pengguna aplikasi harus mengikuti peta jejak persebaran koin yang sudah dilakukan sebelumnya oleh pembuat permainan.
Meski membuat banyak orang berkumpul di taman, maraknya perburuan Koin Jagat justru dianggap merugikan oleh sebagian kalangan.
Anggapan tersebut muncul karena tidak jarang pemburu koin membuat tata kelola dan letak serta sejumlah fasilitas di taman menjadi berubah bahkan rusak.
Terkesan tidak mengenal waktu, para pemburu koin Jagat juga seringkali dinilai telah merusak kondisi taman oleh pihak pengelola.
Baca Juga: Pengumuman CPNS 2024: Bisa Lakukan Masa Sanggah di Periode Berikut Ya
Fenomena berburu koin Jagat yang berdampak pada kerusakan fasilitas umum di kawasan pertamanan, terjadi di sejumlah kota besar.
Selain di Bandung dan Surabaya, aktivitas berburu koin yang berdampak merusak juga terjadi di kawasan komplek Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dampak perburuan koin Jagat yang dilakukan oleh para pemain, selain mengubah kondisi panel dan tiang listrik juga membuat paving block ikut rusak.
Akibat kondisi tersebut, pihak pengelola GBK melakukan protes terhadap Pihak Aplikator dan mendesak agar kawasan GBK dihapus dari fitur di aplikasi.
Permintaan dan desakan tersebut, disampaikan langsung oleh Hadi Sulistia selaku Direktur Umum PPK GBK.
Kepada awak media, Hadi menyebut dan merinci sejumlah kerusakan yang diduga sudah dilakukan oleh para pemburu koin Jagat.
“Yang rusak itu paving blok yang dibongkar karena berpikir koin itu ada dibawah, panel listrik yang dijebol,” ungkap Hadi.
Dampak dari ramainya perburuan koin Jagat, menurut Hadi membuat pihak pengelola GBK harus segera melakukan perbaikan karena berpotensi membahayakan.
Selain menyampaikan keluhan dan menunjukan sikap protes, Hadi juga meminta agar Aplikator segera menghapus kawasan GBK sebagai lokasi permainan.
“Selain mengganggu dan merusak fasilitas umum, ini juga berpotensi membahayakan pemain itu sendiri,” pungkasnya. ***

Share this article
Dampak dari ramainya perburuan koin Jagat, menurut Hadi membuat pihak pengelola GBK harus segera melakukan perbaikan