AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan terobosan baru dengan menghadirkan Car Free Night (CFN) sebagai pelengkap program Car Free Day yang sudah berjalan selama ini.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa uji coba CFN akan dilakukan di beberapa wilayah, khususnya di sekitar Duku Atas dan kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin.
Program ini dijadwalkan dimulai pada pukul 22.00 malam hari Sabtu, di mana akan dilakukan penutupan jalur untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang gemar berolahraga di malam hari.
"Car Free Day sudah menjadi bagian memang kehidupan Jakarta yang akan kita coba yaitu Car Free Night. Kita akan buka di jam 10 malam karena ternyata orang banyak juga yang olahraga di malam hari," ungkap Rano Karno.
Konsep CFN ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat Jakarta yang memiliki aktivitas tinggi di malam hari, terutama mereka yang gemar berolahraga ketika kendaraan roda dua dan roda empat masih melakukan aktivitas.
Rano Karno menjelaskan bahwa persiapan CFN memerlukan perencanaan matang, termasuk sistem pencahayaan yang lebih baik mengingat aktivitas berlangsung di malam hari.
"Tapi kita pasti akan lebih lighting lagi. Jadi Sabtunya kita free night-nya malam Sabtu itu mungkin kita akan mulai jam pukul 10 malam. Nah, di situ kita sudah close. Tapi tentu performansnya beda. Itu pasti akan dengan tata lighting," jelasnya.
Meskipun demikian, Wakil Gubernur belum dapat memastikan kapan penyelenggaraan CFN akan dilaksanakan secara resmi.
Baca Juga: Harga Sama Rp 14 Juta! iPhone 15 Pro atau iPhone 16 Biasa, Mana yang Lebih Worth It?
Namun mengindikasikan bahwa program ini akan dimulai setelah perayaan ulang tahun DKI Jakarta, tepatnya setelah 22 Juni 2025, dengan persiapan yang cukup matang.
Rencana penerapan Car Free Night mendapat sambutan positif dari masyarakat Jakarta, meskipun disertai dengan berbagai catatan dan saran.
Fitrian, salah seorang warga yang ditemui di kawasan Bundaran HI, menyatakan antusias dengan program ini.
"Menarik sih, Mbak. Jadi mungkin buat kayak saya yang ini enggak bisa bangun pagi ya, asik juga malam-malam kita bisa ini," ungkap Fitrian.
Namun, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi transportasi umum, mengingat jam operasional MRT yang hanya sampai pukul 24.00.
"Cuma kayaknya harus diperhatiin transportasi umum kayak kalau malam kan kita cuma sampai jam 12 ya, MRT. Mungkin bisa ditambah lagi jamnya," sarannya.
Vania, warga lainnya, melihat potensi besar CFN untuk menarik perhatian masyarakat luas.
"Mungkin akan menarik warga ya karena kan kalau kita lihat dari CFD aja udah ramai banget, bisa jadi additional option juga sih buat family. Terus untuk additional option misalnya kayak open public space ya untuk olahraga yang enggak dapat CFD mungkin bisa di malam hari ya gitu ya karena lebih adem gitu jadi mungkin berpotensi ramai sih," kata Vania.
Konsep CFN tidak hanya sebagai wadah olahraga, tetapi juga akan menyediakan berbagai hiburan dan menjadi ruang publik yang terhindar dari kendaraan dan polusi, mirip dengan konsep Car Free Day namun dengan suasana malam yang berbeda.
Baca Juga: 7 HP Samsung di Bawah Rp4 Jutaan dengan Spek Menggiurkan, Nomor 3 Paling Direkomendasikan
Meskipun mendapat sambutan positif, implementasi Car Free Night juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Heru, warga yang turut memberikan pendapat, menekankan pentingnya frekuensi penyelenggaraan yang tidak berlebihan.
"Kalau harapan dari saya sih kalau bisa jangan setiap saat ya, karena itu akan mengganggu aktivitas warga juga. Karena kan kalau kita ketahui bersama di HI ini kan central bisnis ya, di mana banyak pelaku usaha juga di sini. Itu juga harus diperhatikan sih," ungkap Heru.
Ia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan aspek transportasi, keamanan, dan dampak terhadap aktivitas bisnis di kawasan tersebut.
Fitrian juga menekankan pentingnya sosialisasi yang komprehensif untuk menghindari kemacetan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
"Yang satu lagi Mbak buat ini sosialisasi. Sosialisasi itu biar enggak kayak kemarin kan sempat macet gitu. Jadi paling enggak orang tahu kalau akan ada ini. Jadi mereka avoid jalan-jalan sini gitu," jelasnya.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini, mulai dari manajemen lalu lintas, perpanjangan jam operasional transportasi umum, hingga sistem keamanan yang memadai untuk aktivitas malam hari.
Pemerintah DKI perlu memastikan bahwa CFN tidak hanya memberikan manfaat bagi pecinta olahraga malam, tetapi juga tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Jakarta secara keseluruhan.***

Share this article
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan terobosan baru dengan menghadirkan Car Free Night (CFN), rencanya setelah 22 Juni 2025