AYOJAKARTA.COM – Salah satu acara yang diselenggarakan oleh Pemprov dan menjadi ikon dalam setiap kali perayaan HUT kota Jakarta, adalah dibukanya Jakarta Fair.
Menjadi wadah yang mempertemukan seluruh kalangan masyarakat, penyelenggaraan Jakarta Fair terus mengalami penyesuaian.
Dalam rangkaian acara memperingati HUT ke-498, penyelenggaraan Jakarta Fair 2025 telah dibuka sejak 19 Juni dan akan berakhir pada 13 Juli mendatang.
Baca Juga: Status Cek Bansos Tiba-Tiba Tidak Layak? Ini Alasannya dan Cara Lapor Bansos Salah Sasaran
Selama penyelenggaraan berlangsung, masyarakat dapat mengunjungi dan menikmati berbagai pameran dan hiburan yang memiliki julukan Terbesar, Terlengkap dan Terlama.
Karena menyediakan aneka jenis kuliner, produk kesenian dan hasil budaya hingga kebutuhan rumah tangga serta otomotif, even ini menjadi acara paling Ter di Asia Tenggara.
Selain menyediakan aneka jenis produk-produk berbasis teknologi mutakhir, Jakarta Fair juga kerap menjadi ajang pameran bagi pelaku seni, budaya, dan industri kecil.
Menampung berbagai kebutuhan warga Jakarta yang sangat bervariasi, Pemprov Jakarta menjanjikan kemudahan untuk bisa mengakses lokasi serta proses transaksi.
Baca Juga: Review iQOO Neo 10: Performa Gaming Monster, PUBG dan MLBB 90-120 FPS dan Fast Charging 120 W
Telah menjadi bagian dari perayaan tahunan, penyelenggaraan acara yang merupakan Ter atau berarti Terbesar, Terlengkap dan Terlama di Asia Tenggara ini mulai ada sejak 1968.
Pertama kali disebut Djakarta Fair atau DF, kegiatan ini berhasil mengubah lanskap di sekitar Monumen Nasional dan Lapangan Banteng menjadi arena perdagangan terluas.
Hal tersebut terjadi karena gagasan penyelenggaraan DF pertama kali dicetuskan oleh Ketua Kadin atau Kamar Dagang dan Industri; Syamsudin Mangan.
Menggandeng Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dipimpin oleh Ali Sadikin, Syamsudin Mangan berharap agar produk-produk lokal bisa lebih dikenal masyarakat Jakarta.
Baca Juga: Review Tecno Pova 7: Baterai Jumbo 7000 mAh, Kamera 108 MP, tapi Ada Penurunan Layar dari Pova 6?
Selain memperkenalkan produk-produk asli Indonesia, penyelenggaraan Djakarta Fair juga bertujuan untuk mewadahi masyarakat dalam merayakan hari jadi kota.
Pertama kali diselenggarakan, acara DF menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha kuliner dan pegiat kesenian serta budaya untuk bisa memperluas cakupan.
Mendapat antusiasme yang besar dari warga Jakarta, penyelenggaraan acara DF di tahun berikutnya atau 1969 menjadi ajang bergengsi paling lama.
Dibuka selama 71 hari, penyelenggaraan acara tersebut sempat membuat Richard Nixon yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat saat itu ingin melihat secara langsung.
Baca Juga: Kabar Gembira! PKH dan BPNT Tahap 2 Cair di KKS Bank BNI, Jutaan KPM Gagal Salur Berhasil Diperbaiki
Bukan hanya sekedar melihat-lihat kemeriahan acara, Nixon juga saat itu sengaja membeli sejumlah produk untuk dibawa pulang ke negaranya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, acara Djakarta Fair yang kini menyesuaikan dengan ejaan baru dilakukan hampir setiap tahun.
Berbeda dengan tahun kedua penyelenggaraan, acara Jakarta Fair yang kini berada di Kemayoran hanya berlangsung selama 40 hari. ***

Share this article
Jakarta Fair 2025 dibuka 19 Juni–13 Juli, jadi ajang pameran terbesar se-Asia Tenggara sejak 1968, hadirkan hiburan & produk lokal.