AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan pernah melakukan kebijakan kendaraan listrik. Namun, saat ini justru mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai kebijakan tersebut.
Pada saat Anies Baswedan masih menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022, ia mendorong warganya agar memiliki kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
Saat itu, Anies Baswedan mendukung penuh penggunaan mobil listrik dengan membebaskan dari pajak dan juga ganjil genap.
Namun, Anies Baswedan dengan tegas menyampaikan bahwa kebijakan mobil listrik yang dilakukan pemerintahan Jokowi tidak tepat sasaran.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan publik kenapa opini Anies Baswedan terkesan tidak konsisten, ia juga menjadi sorotan karena merupakan salah satu dari tiga bakal Capres 2024.
Relawan Anies Baswedan meluruskan pandangan negatif publik mengenai opini Anies mengenai mobil listrik.
Juru Bicara Relawan Perubahan, Indra Kusumah menjelaskan, bahwa yang tidak disetujui oleh Anies Baswedan sebenarnya bukan penggunaan kendaraan listrik.
Tetapi, kata dia, subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk pembelian mobil listrik karena justru yang menikmatinya adalah orang-orang dari kalangan yang tidak membutuhkan subsidi.
Baca Juga: Jusuf Kalla Bicara Soal Cawapres Anies Baswedan: AHY Punya Kemampuan untuk Itu
Karena Anies sendiri sudah pernah melakukan program kendaraan listrik maka ia dinilai lebih cermat. Anies menganggap bahwa akan ada masalah baru yang muncul dari subsidi kendaraan listrik.
“Mas Anies fokus mengkritisi subsidinya. Subsidi atau intensif yang memperluas kesenjangan kemiskinan,” kata Indra melalui layanan pesan, Minggu, 14 Mei 2023, dikutip dari Suara.com.
Sedangkan, pemerintah baru menjalankan kebijakan kendaran listrik pada April 2023. Menurut kacamata Anies, kebijakan ini hanya akan menguntungkan kelompok tertentu saja.
Meskipun, Anies Baswedan pernah mendukung penuh penggunaan kendaraan listrik pada saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun menurut Indra, hingga saat ini penggunaan kendaraan listrik belum bisa menguraikan masalah kemacetan terutama di kota-kota besar.
“Apakah (kendaraan listrik) efektif mengatasi persoalan seperti kemacetan yang justru menimbulkan kerugian ekonomi dan sampai sekarang belum ada solusinya,” kata Indra.
Kebijakan listrik yang dijalankan oleh pemerintah adalah subsidi untuk kendaraan pribadi. Sedangkan Anies Baswedan lebih memilih memperbanyak kendaraan listrik untuk kendaraan umum.
Hal ini dilakukan Anies karena menilai kendaraan umum berbasis listrik tidak hanya akan mengurangi emisi karbon tetapi juga akan mengurangi kemacetan.
Program kendaraan umum berbasis listrik sudah Anies lakukan dengan meresmikan 30 bus listrik untuk armada Transjakarta pada saat menjadi gubernur DKI Jakarta.***

Share this article
Saat jadi gubernur, Anies Baswedan mendukung penuh penggunaan mobil listrik dengan membebaskan dari pajak dan juga ganjil genap.