AYOJAKARTA.COM – Sudah bukan rahasia lagi bahwa ada asumsi Anies Baswedan merupakan bakal capres yang dianak-tirikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dari mulai pihak Anies Baswedan mendeklarasikan adanya dugaan bahwa pemerintahan Jokowi melakukan upaya penjegalan agar Anies gagal mendapatkan tiket capres.
Sampai pada pidato Jokowi yang membahas bahwa tongkat estafet kepemimpinan bukan merupakan meteran pom bensin, hal ini dinilai merupakan sindiran untuk Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menjelaskan alasan adanya isu tersebut.
Baca Juga: Waduh! Elektabilitas Anies Baswedan Salip Ganjar Pranowo
Terdapat data survei pada bulan April 2023 tentang siapa bakal capres 2024 yang memiliki potensi paling besar untuk melanjutkan program pembangunan di masa Jokowi.
Survei tersebut berdasarkan pada 3 nama bakal capres 2024 yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Berdasarkan hasil survei tersebut diketahui bahwa Prabowo Subianto memiliki persentase paling tinggi untuk melanjutkan program pembangunan Jokowi dengan jumlah sekitar 34%.
Selanjutnya disusul oleh Ganjar Pranowo di peringkat kedua dengan porsi 32%, dan Anies Baswedan memiliki porsi yang paling kecil yaitu hanya 20% saja.
Baca Juga: PKS Deteksi Ada Ketakutan Jokowi Jika Anies Baswedan Terpilih Jadi Presiden, Kenapa?
“Jadi Anies itu tetap dianggap akan melanjutkan juga memang porsinya yang paling kecil ada 20% Anies, 32% Ganjar, 34% Prabowo waktu itu,” ungkap Djayadi Hanan, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 17 Juni 2023.
Berdasarkan hasil survei tersebu, Djayadi Hanan menyimpulkan bahwa menurut publik Anies Baswedan merupakan sosok bakal capres yang memiliki porsi paling kecil untuk melanjutkan program yang telah dijalankan oleh Jokowi.
Namun, kata dia, dari data tersebut tidak bisa disimpulkan bahwa Anies menentang Jokowi karena bagaimanapun Anies dinilai akan tetap melanjutkan secara estafet apa yang sudah dimulai oleh Jokowi.
“Mungkin lebih kecil akan diajukan oleh Anies. Saya kira di situ posisinya kalau yang dilihat oleh publik. Itu artinya publik tidak melihat Anies bertentangan secara diametral dengan Pak Jokowi, Anies juga oleh sebagian publik akan melanjutkan,” ujar Djayadi Hanan.
Baca Juga: 3 Nama Cawapres Anies Baswedan Dibocorkan Politisi PKS, Benarkah?
Direktur Eksekutif LSI menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Jokowi mengenai estafet kepemimpinan bukan merupakan meteran pom bensin memang benar.
Karena siapapun tidak bisa melanjutkan kepemimpinan dimulai dari angka nol, pasti ada sebagian kinerjanya yang melanjutkan kinerja pemimpin sebelumnya.
Jadi apa yang disampaikan oleh Jokowi, menurut Djayadi Hanan bukanlah sindiran kepada Anies melainkan imbauan kepada semua bakal capres 2024.***

Share this article
Marak asumsi Anies Baswedan merupakan bakal capres yang dianak-tirikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).