Isi Pledoi Ferdy Sambo: Rasa Menyesal dan Bersalah karena Putri Candrawathi Harus Menderita Kedua Kalinya

- Rabu, 25 Januari 2023 | 16:18 WIB
Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup, Ferdy Sambo Bisa Diselamatkan oleh Presiden, Apa Maksudnya?  (Youtube @Kompas TV)
Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup, Ferdy Sambo Bisa Diselamatkan oleh Presiden, Apa Maksudnya? (Youtube @Kompas TV)

AYOJAKARTA.COM - Suami Putri Candrawathi, Ferdy Sambo membacakan nota pembelaan atau pledoi dalam sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Dalam hal ini Ferdy Sambo mengaku menyesal atas meninggalnya Brigadir Yosua.

"Sungguh setiap waktu rasa bersalah dalam diri saya tidak pernah berhenti, penyesalan mendalam atas timbulnya korban Yosua, atas luka bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Sambo.

Rasa menyesal dan bersalah itu kian terasa karena sang istri tercinta harus menderita untuk kedua kalinya karena telah dijadikan tersangka tanpa dasar dan bukti. Sambo mengaku tak mampu membayangkan hancur dan sakit yang dirasakan Putri.

Baca Juga: Tak Mau Makin Ribut! Bunda Corla Sampaikan Maaf ke Lolly, Nikita Mirzani: Kalau Baikan Tidak, Tapi Dia...

"Setelah sebelumnya menjadi korban perkosaan yang merampas kehormatan dan martabatnya sebagai seorang perempuan, istri dan ibu dari anak- anak kami, tidak bisa saya bayangkan bagaimana hancur dan sakit perasaannya, kiranya Tuhan sajalah yang selalu menguatkan dan menghiburnya," ungkap Sambo.

Tak hanya itu, Sambo juga mengaku sangat menyesal bahwa peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Yosua telah menyeret Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer dan aparat penegak hukum lainnya sebagai terdakwa dalam kasus ini.

"Saya sungguh menyesali bahwa peristiwa pembunuhan yang terjadi terhadap almarhum Yosua telah menyeret mereka yang tidak terlibat dan tidak bersalah ke dalam ruang persidangan pidana, mereka dituntut atas perbuatan dan kesalahan yang tidak mereka ketahui, " kata Sambo. 

"Penyesalan yang teramat dalam juga terhadap kuat Maruf dan Ricky Rizal sebagai orang-orang yang baik yang telah didudukkan sebagai terdakwa tanpa tahu apa kesalahannya. Kemudian terhadap Richard Eliezer yang harus menghadapi situasi ini. Saya bersalah dan menyesal karena amarah dan emosi telah menutup logika berpikir saya. Saya lupa bahwa saya seorang inspektur jenderal polisi dan pejabat utama Polri, yang tidak pantas melakukan hal tersebut," jelasnya kemudian yang dikutip dalam kompastv, Rabu (25/1).

Baca Juga: Ferdy Sambo Baper, Pengacara Brigadir J Menilai Isi Pledoinya Rancu dan Janggal Karena Adanya Perintah Ini

Diakhir kata, Ferdy Sambo kembali menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Sambo menyebut, permohonan maaf ditujukkan kepada keluarga korban Yosua, Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Kepolisian Republik Indonesia.

"Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh jajarannya, kepada Bapak Kapolri dan Kepolisian Republik Indonesia yang sangat saya cintai, kepada masyarakat Indonesia yang telah terganggu dengan peristiwa ini," kata Sambo.

Secara khusus, Sambo menyampaikan sujud dan permohonan maaf kepada istri Putri Candrawathi dan anak-anaknya.

"Saya juga meminta maaf, sujud dan permohonan maaf kepada istri saya yang terkasih Putri Candrawathi dan anak-anak kami, saya telah lalai menjalankan tugas sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah yang baik," kata Sambo diakhir nota pembelaannya. ***

Editor: Dian Naren

Sumber: Youtube KompasTV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X