AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J masih terus bergulir sampai hari ini, Kamis, 10 November 2022.
Banyak pihak yang dilibatkan dalam kasus ini untuk bisa menguak motif pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.
Sidang kali ini dihadirkan saksi para ajudan Ferdy Sambo.
Pada sidang kali ini hakim mengorek informasi mengenai sarung tangan hitam.
Seperti yang diketahui sarung tangan hitam ini adalah salah satu kunci mengenai perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo kepada Brigadir J.
Saat memberi keterangan saksi Daden mengatakan bahwa dirinya tidak melihat terdakwa Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan pada saat akan menuju ke rumah dinas Duren Tiga.
Baca Juga: Nama AKBP Erwin Pratomo Viral Pasca Dicopot Dari Jabatannya Lantaran Sang Istri Diduga Selingkuh
"Saudara kan sempat papasan dengan saudara Ferdy Sambo, pakaian biasa apa pakaian dinas?," tanya hakim.
"Pakaian dinas yang mulia," jawab Daden.
Kemudian saat ditanya kembali oleh hakim apakah Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan saat bertemu dengan dirinya, Daden pun menjawab tidak.
Keterangan saksi selanjutnya adalah dari ajudan Romer.
Romer mengatakan bahwa dirinya melihat terdakwa Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan berwarna hitam.
Romer menjelaskan bahwa dirinya melihat sarung tangan hitam tersebut dikarenakan ada senjata yang dibawa oleh terdakwa jatuh.
Namun belum sempat mengambilnya, senjata tersebut sudah terambil oleh terdakwa Ferdy Sambo.
Romer menjelaskan bahwa senjata yang terjatuh tersebut berjenis HS dan bukan milik Ferdy Sambo.
Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Ferdy Sambo memiliki tiga senjata api yaitu Wilson Combat berukuran sekitar 4,5 mm, Cabot sekitar 45 mm dan senjata kimber kecil yang selalu disimpan di tas.
Namun menurut keterangan Daden dua senjata Wilson Combat dan Cabot tidak selalu diisi peluru.
Romer juga menambahkan bahwa sarung tangan hitam tersebut merupakan sarung tangan karet yang biasanya digunakan untuk medis.
"Kalau seingat saya sarung tangan karet, medis yang mulia," ucap Romer.
Romer juga menjelaskan bahwa terdakwa Ferdy Sambo tidak biasa menggunakan sarung tangan tersebut.
Namun keterangan saksi Romer mengenai senjata yang jatuh dan sarung tangan hitam disanggah oleh terdakwa Ferdy Sambo.
"Kemudian untuk keterangan Romer, saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menggunakan sarung tangan turun dari kendaraan," ucap Sambo.
Dirinya juga menegaskan bahwa senjata yang jatuh merupakan senjata miliknya yaitu Combat Wilson.***

Share this article
Sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J kini mengorek informasi mengenai sarung tangan hitam terdakwa Ferdy Sambo.