AYOJAKARTA.COM – Sebuah fakta diungkapkan oleh salah seorang saksi yaitu Prayogi Iktara Wikaton atau Yogi yang menyatakan bahwa Kuat Ma’ruf sempat menitipkan dua buah pisau tak lama setelah Brigadir J terbunuh.
Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J masih dalam tahap persidangan, satu per satu saksi diperiksa dan dimintai keterangan untuk mengungkap kejadian sebenarnya dari kasus yang menyeret nama-nama besar dalam institusi kepolisian ini. `
Kesaksian ini diungkapkan oleh Yogi dalam persidangan lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Bripka RR dan Kuat Ma’ruf di PN Jakarta Selatan, Rabu, 8 November 2022.
Baca Juga: Nama AKBP Erwin Pratomo Viral Pasca Dicopot Dari Jabatannya Lantaran Sang Istri Diduga Selingkuh
Dikutip dari Suara.com pada Kamis, 10 November 2022, saksi Yogi menjelaskan bahwa terdakwa Kuat Ma’ruf menitipkan kepadanya dua buah pisau dapur dengan ukuran kecil beberapa saat setelah Brigadir J dibunuh.
"Pisau apa yang dititip Kuat?," tanya Majelis Hakim.
"Kurang lebih seperti pisau dapur yang mulia, kecil," ucap Yogi.
Kemudian, Majelis Hakim kembali bertanya dan memastikan kepada Yogi perihal penitipan pisau tersebut dari Kuat Ma'ruf.
"Ada berapa?," tanya lagi oleh Majelis Hakim.
"Seinget saya ada dua. Ada dua pisau," tutur Yogi.
Setelah itu, Yogi kemudian menjelaskan saat ketika Kuat menitipkan pisau tersebut kepadanya, yaitu ketika rombongan mereka hendak pergi ke Rumah Saguling setelah Brigadir J dibunuh.
Tak hanya itu saja, Ia juga mengatakan bahwa Kuat Ma’ruf memberikan pesan agar meletakkan pisau tersebut di dapur Rumah Saguling.
"Hanya bilang tolong titip taruh ke dapur kurang lebih seperti itu," jelas Yogi.
Baca Juga: Dipertemukan Dalam Persidangan, Tak Menyangka Bharada E Justru Lakukan Hal ini Kepada Bripka RR
Sementara itu, Majelis Hakim kemudian bertanya kepada Yogi, kemana perginya Kuat Ma’ruf setelah menitipkan pisau yang tidak diketahui asalnya dari mana tersebut.
Yogi hanya menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui kemana dan apa yang dilakukan Kuat Ma’ruf setelah rombongan mereka pulang ke Rumah Saguling.
Ia hanya menjelaskan bahwa Kuat Ma’ruf, Bripka RR, dan Bharada E pada saat itu langsung mendapat pemeriksaan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan di malam harinya.
"Setelah itu Kuat ke mana?," tanya Majelis Hakim.
"Saya kurang tau yang mulia waktu itu seperti sama saudara Richard, Om Ricky sama Om Kuat yang waktu diperiksa malam itu," ungkap Yogi.
Baca Juga: Buntut Panjang Video Viral Ismail Bolong, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto Dilaporkan ke Propam
Di sisi lain, ada informasi yang menyebutkan bahwa Kuat Ma'ruf membawa pisau tersebut karena pada saat di kediaman Ferdy Sambo di Magelang ia sempat ribut dengan Brigadir J.
Saat mengejar Yosua, Kuat mengaku mengambil pisau dari dapur untuk berjaga-jaga karena Brigadir Yosua memiliki senjata api.
Anehnya, ia membawa pisau tersebut sampai ke Jakarta dan menitipkannya kepada salah satu ajudan lain dari Ferdy Sambo yaitu Yogi.***

Share this article
Yogi menyatakan bahwa Kuat Ma’ruf sempat menitipkan dua buah pisau tak lama setelah Brigadir J terbunuh.