YOGYAKARTA, AYOJAKARTA -- Nama Edy Mulyadi menjadi viral karena komentarnya yang menyakiti warga Indonesia dengan menyatakan buang Jin di Kalimantan berkaitan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
Salah satu yang menyoroti soal Edy Mulyadi yakni Ketua umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aditya Bima Santosa Putra.
Aditya menyoroti komentar Edy Mulyadi yang menyakiti hati masyarakat.
Baca Juga: Pengamat Filsafat: Nusantara Jadi Nama Ibu Kota, Itu Indonesia Banget
“Saya mengecam komentar seperti itu, Warga Kalimantan itu sama seperti kita warga negara Indonesia. Sehingga ucapan seperti itu tidak hanya menyakiti warga kalimantan tapi menyakiti warga negara Indonesia, karena warga kalimantan Saudara Kita juga.” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Ayojakarta.com, Senin (24/1/2022).
Aditya menyoroti dan mengecam komentar Edy Mulyadi dan akan melaporkan tentang dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA, agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini.
“Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi apalagi. Saya berniat melaporkan perbuatan dugaan tindak pidana ujaran kebencian," bebernya.
Aditya mengapresiasi langkah berani pemerintah terkait rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan.
Baca Juga: Sebelum Nusantara Penajam Paser, Ini 4 Kawasan yang Sempat Jadi Ibu Kota Indonesia
Pemindahan ibu kota imbuhnya, bukanlah hal yang baru di Indonesia bahkan di dunia.
Ia menyebut, pemindahan ibu kota pernah terjadi era mempertahankan kemerdekaan karena situasi yang semakin kacau setelah Belanda menguasai Batavia (Jakarta-red).
Agar roda pemerintahan tetap berjalan memalui rapat terbatas serta melalui koordinasi dengan pemerintah DIY. Ibu Kota di pindah ke Yogyakarta.
Pada kancah dunia Internasional, pemindahan ibu kota negara terjadi di berbagai negara.
Negara India pemindahan ibu kota dari Kolkata ke Delhi salah satunya karena letak Delhi yang berada di tengah sedangkan Kolkata terletak di timur.
Negara Brazil, pemindahan ibu kota negara dari Rio de Janeiro ke Brasilia terjadi salah satu alasannya karena kepadatan penduduk yang terjadi di Rio de Janeiro.
Baca Juga: Perhatian Penting untuk Warga Jakarta! Wagub Minta Waspadai Lonjakan Omicron di Ibu Kota
Tidak hanya dua negara tersebut, Australia, Myanmar, Amerika Serikat (AS) dan ada negara lainnya yang melakukan pemindahan ibu kota dengan alasan- alasan tertentu.
“Sebagai warga negara yang baik kita perlu melihat alasan kenapa pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan itu perlu.
"Alasan logis pemindahan ibu kota karena berbagai alasan salah satunya mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah bagian timur,” bebernya.
Menurutnya pemindahan Ibukota dari jakarta ke Kalimantan adalah langkah yang tepat apabila untuk pemerataan pembangunan.

Share this article
Aditya menyoroti dan mengecam komentar Edy Mulyadi dan akan melaporkan tentang dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA.