TEBET, AYOJAKARTA -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja telah selesai membuka periode Kartu Prakerja tahun 2021, yang berakhir pada gelombang 22.
Kini masyarakat bertanya, apakah Kartu Prakerja akan kembali dilanjutkan di tahun 2022? Berdasarkan sumber Ayojakarta di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, yang terlibat dengan program Kartu Prakerja, gelombang 23 akan kembali dilanjutkan di tahun 2022.
"Masih evaluasi dan pembenahan dari pelaksanaan gelombang sebelumnya," ujar seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya.
Baca Juga: Catat! Daop 1 Jakarta Tetap Minta Penumpang Kereta Jarak Jauh Tetap Taat Prokes, Cek Syaratnya
Untuk itu, Ayojakarta memberikan beberapa tips bagaimana cara agar lolos untuk menjadi penerima Kartu Prakerja gelombang 23. Tips ini dirangkum oleh Ayojakarta yang bersumber dari Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
Adapun, bagi pendaftar yang ingin lolos menjadi penerima Kartu Prakerja, harap memperhatikan persyaratan berikut:
1. Nama lengkap harus sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2. Perhatikan nomor Kartu Keluarga (KK). Jangan sampai ada ketidakcocokan antara data di KTP dan KK
3. Tanggal lahir harus sesuai KTP
Baca Juga: Polres Jakarta Barat Ungkap Kasus Narkoba Lintas Sumatera, 534 Kilogram Ganja Diamankan
4. Alamat surat elektronik (surel) atau email yang jelas dan aktif (kotak masuk jangan sampai penuh atau jangan gunakan e-mail yang sudah lama tidak dipakai)
5. Nomor handphone yang sesuai dengan data diri saat registrasi
6. Alamat sesuai KTP
7. Alamat domisili (jika tempat tinggal dan alamat di KTP berbeda)
8. Jenis kelamin harus sama dengan KTP dan KK
9. Pendidikan terakhir yang ditamatkan
10. Status kebekerjaan pada saat pendaftaran Kartu Prakerja harus diisi jelas dan jujur
11. Foto KTP atas milik pendaftar (tidak mendaftarkan orang lain).
Ke-11 poin di atas merupakan 'modal utama' bagi pendaftar Kartu Prakerja. Jika terdapat ketidaksesuaian antara data yang dimasukkan dengan data yang diperoleh Manajemen Pelaksana, maka proses pendaftaran peserta bisa menjadi alasan mengapa peserta tersebut tidak lolos.
Selain itu, ada juga beberapa golongan masyarakat yang dapat diprioritaskan menjadi penerima Kartu Prakerja. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari pada akhir tahun 2020 lalu.
Beberapa golongan tersebut yaitu mereka yang mempunyai tanggungan 3 orang atau lebih, bekerja pada sektor informal, bekerja pada sektor UMKM, mempunyai gaji yang relatif rendah, atau mereka yang paling terdampak akibat pandemi.

Share this article
Ayojakarta memberikan beberapa tips bagaimana cara agar lolos untuk menjadi penerima Kartu Prakerja gelombang 23.