TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Potensi wakaf uang Indonesia diperkirakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencapai Rp180 triliun. Untuk mengoptimalisasi hal tersebut, Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan, perlunya dukungan kerjasama dengan para manajer investasi.
Dukungan kerjasama itu, lanjut Ma'ruf, harus mampu menginvestasikan wakaf uang dalam portofolio investasi yang aman. Selain itu, juga harus mampu mendatangkan keuntungan atau imbal hasil yang optimal, serta memberikan dampak peningkatan pada pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia.
"Upaya-upaya pengelolaan wakaf uang yang sudah ada perlu terus dikembangkan. Selain dengan terus melakukan inovasi bentuk-bentuk pengelolaan wakaf uang, adaptasi teknologi digital dalam pengelolaan wakaf uang juga perlu dipercepat," ujar Ma'ruf dalam keterangan resminya, Senin (25/1/2021).
Ma'ruf melanjutkan, potensi wakaf uang yang nilai capaiannya besar itu dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, transformasi pengelolaan wakaf uang memerlukan Nazir (pengelola dan penerima wakaf) yang kompeten san berkualitas.
"Para nazir harus distandardisasi dengan uji kompetensi sebagai Nazir wakaf uang," ucapnya.
Lebih jauh, Ma'ruf menuturkan, para nazir juga harus amanah dalam menjaga kepercayaan dari para wakif, sekaligus harus memiliki komite investasi yang dapat memutuskan investasi yang aman dan menguntungkan dalam pengelolaan wakaf uang.
"Saya juga ingin berpesan kepada BWI untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dan para nazir. Saya berharap, BWI alebih memposisikan diri sebagai regulator pelaksanaan wakaf di Indonesia," kata Ma'ruf.

Share this article
Potensi Wakaf Uang Indonesia Capai Rp180 Triliun