TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sejak awal ketika pasien pertama Covid-19 diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020 sampai pelaksanaan vaksinasi perdana yang dilakoni oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbagai hoaks atau kabar bohong terus bermunculan.
Salah satunya terkait dengan kemasan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech.
Laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), www.covid19.go.id, misalnya mengingatkan agar masyarakat tidak kaget kalau melihat ada informasi tentang tiga kemasan vaksin Covid-19 dari Sinovac yang berbeda-beda!
Menurut Satgas Covid-19, kemasan yang berbeda tersebut menandakan tiga tahapan yang berbeda.
Pertama, sebelum pelaksanaan vaksinasi dimulai, Sinovac melakukan uji klinis vaksinnya bersama Tim Uji Klinis Universitas Padjajaran. Vaksin yang digunakan untuk uji klinis ini dikemas dengan nama SARS-CoV-2 Vaccine.
Vaksin Covid-19 yang digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi adalah vaksin jadi yang diproduksi Sinovac langsung dan diberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM, yaitu dengan kemasan bernama CoronaVac.
Pada awal Januari, Sinovac sudah mengirimkan 15 juta dosis vaksin Covid -19 dalam bentuk bahan baku (vaksin curah) untuk bisa diolah menjadi vaksin jadi dan didistribusikan PT Bio Farma. Yang ini akan mengenakan kemasan vaksin yang berbeda juga.
“Jangan sampai tertipu hoaks atau disinformasi terkait kemasan vaksin Covid -19 dari Sinovac, mari cari informasi yang benar di https://s.id/infovaksin,” begitu tulis Satgas Covid-19.
Berikut gambar tiga kemasan vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech:

Share this article
Jangan Bingung Ya, Ini Perbedaan 3 Kemasan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac