TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Luar Negeri hari ini menyelenggarakan acara tahunan yaitu Bali Democracy Forum (BDF). Tahun ini, BDF ke-13 diselenggarakan dengan nuansa yang berbeda akibat pandemi Covid-19.
BDF tahun ini hanya dihadiri 44 orang dari 26 negara dan 3 organisasi internasional. Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengungkap berbagai dampak Covid-19 terhadap demokrasi.
AYO BACA : Keren! Potret Baru Halte Senen di Instagram Anies Baswedan
Dia menegaskan, pandemi Covid-19 tidak boleh melunturkan nilai demokrasi. Di saat yang sama, kata Retno, demokrasi tidak boleh menjadi penghalang untuk mengalahkan pandemi.
“Justru kita yakin bahwa demokrasi merupakan tools yang paling tepat bagi setiap negara untuk melawan pandemi. Saya sampaikan bahwa menurut Laporan Freedom House tahun 2019, demokrasi di seluruh dunia mengalami kemunduran selama 14 tahun terakhir ini,” jelasnya dalam pembukaan BDF di Nusa Dua Bali, Kamis (10/12/2020).
AYO BACA : Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Melambung, Ada Apa dengan Ibu Kota?
Menurutnya dengan adanya pandemi Covid-19, telah menciptakan tantangan tambahan bagi demokrasi. Dia membeberkan bahwa ada beberapa pihak yang mungkin memiliki pandangan bahwa restriksi yang dijalankan selama pandemi, termasuk larangan berkumpul, kewajiban memakai masker, diartikan sebagai hal yang bertabrakan dengan kebebasan individu.
“Ini ada beberapa pihak yang mengartikan seperti itu. Padahal sebenarnya bukan itu yang terjadi,” tegas Retno.
Pembatasan-pembatasan terbatas yang sifatnya sementara itu, kata Retno, memang diperlukan dan harus dilakukan. Namun tetap harus dipantau pelaksanaannya agar dapat mencegah kemungkinan munculnya risiko terkurangkannya kebebasan dasar yang memang harus terus dihormati dan diimplementasikan.
Di dalam pidato tersebut, menteri luar negeri perempuan pertama Indonesia itu juga menyampaikan bahwa ada tantangan lain yang muncul. Tantangan tersebut adalah bagaimana ruang demokrasi atau ruang demokrasi ini dapat digunakan oleh beberapa pihak untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi yang memiliki potensi mengganggu upaya penanganan pandemi itu sendiri.
“Tapi sekali lagi terlepas dari semua tantangan ini, demokrasi telah melahirkan harapan dan optimisme bagi kita untuk segera keluar dari pandemi ini,” tuturnya.
AYO BACA : Amerika Perpanjang Fasilitas GSP Kepada Indonesia

Share this article
Kementerian Luar Negeri hari ini menyelenggarakan acara tahunan yaitu Bali Democracy Forum (BDF). Tahun ini, BDF ke-13 diselenggarakan dengan nuansa yang berbeda akibat pandemi Covid-19.