TEBET, AYOJAKARTA.COM - Relawan Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 membeberkan data risiko tinggi penularan Covid-19 di empat wilayah penyelenggara Pilkada serentak 9 Desember. Wialayah tersebut yakni daerah yang memiliki kasus aktif Covid-19 lebih dari 1.00 kasus.
Salah satu relawan, Yemiko Happy merincikan, empat daerah dengan kasus aktif Covid-19 tersebut yakni Kota Depok di Jawa Barat (2.407), Solo di Jawa Tengah (1.041) dan Wonosobo di Jawa Tengah (1.439), dan Kota Waringin Barat di Kalimantan Tengah (1.270). Data tersebut diperbaru pada 4 Desember dan dirilis Minggu (6/12/2020).
Hingga Minggu kemarin, data kasus Covid-19 yang masih aktif di Indonesia mencapai 43.377 orang dengan cakupan tes rendah.
Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19. Hal ini lantaran, 270 kabupaten/kota yang melangsungkan pilkada masih memiliki kasus positif aktif Covid-19 yang tinggi dengan jumlah total kasus aktif sebanyak
AYO BACA : Pandemi Membuat Vaksinasi Anti Covid-19 Tak Bisa Serentak, Ini Pesan Presiden Jokowi
Yemiko juge menjabarkan ada 21 wilayah yang memiliki lebih dari 500 kasus positif aktif, dan 65 kota/kabupaten memiliki lebih dari 100 kasus positif aktif.
"Dengan laju penularan yang tinggi, Pilkada dikhawatirkan bakal semakin meningkatkan skala wabah," kata salah satu relawan, Yemiko Happy, dalam siaran pers Lapor Covid-19.
Ia mengatakan, meskipun pilkada dilakukan di 37 kota, 224 kabupaten, dan 9 provinsi, dampaknya bisa lebih luas, yakni di 309 kabupaten/kota. Sebab, terdapat 48 kabupaten kota lainnya yang turut serta dalam pemilihan gubernur.
Selain itu, ia mengatakan, mobilitas pilkada juga terjadi lintas daerah, termasuk datangnya pengurus partai dari Jakarta ke berbagai daerah yang menyebabkan risiko penularan semakin meluas secara nasional.
Masih berdasarkan data Lapor Covid-19, daerah yang wilayah pilkada cukup tinggi itu memiliki cakupan pemeriksaan atau testing yang masih rendah.
Selain itu, angka kematian di berbagai wilayah yang menyelenggarakan pilkada juga meningkat, baik kematian yang terkonfirmasi positif maupun mereka dengan status probable. Jika merujuk pada panduan pencatatan kematian Covid-19 dari WHO, total jumlah kematian yang ada di 270 kabupaten/kota pilkada mencapai 12.945 orang
Tak hanya itu, dari 9 provinsi yang akan melakukan pemilihan gubernur, terdapat satu calon gubernur yang hingga kini masih belum dinyatakan negatif dari Covid-19. Secara kumulatif, hingga saat ini
setidaknya 76 calon kepala daerah yang akan mengikuti pilkada yang pernah dan sedang terpapar virus Covid-19, yakni 44 calon bupati, 19 calon wakil bupati, 10 calon wali kota, dua calon wakil wali kota, serta satu calon gubernur.
Empat di antaranya meninggal, terdiri atas dua calon wali kota, yaitu calon wali kota Dumai (Riau) dan calon wali kota Bontang. Dua orang lainnya adalah calon bupati Kabupaten Bangka Tengah dan calon pejawat bupati Berau.
Hingga 5 Desember 2020, masih terdapat lima calon kepala daerah yang masih dalam perawatan, calon gubernur provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, calon bupati Kabupaten Tapanuli Selatan, M Siregar calon bupati Kabupaten Indramayu Daniel Mutaqien, calon wakil bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Syahban Sammana, dan calon wakil bupati kabupaten Lamongan, Jawa Timur Abdul Rouf.
AYO BACA : PSBB Transisi DKI Diperpanjang sampai 21 Desember

Share this article
Kota Depok di Jawa Barat (2.407), Solo di Jawa Tengah (1.041) dan Wonosobo di Jawa Tengah (1.439), dan Kota Waringin Barat di Kalimantan Tengah (1.270).