Pengetesan Covid-19 Kota Bandung Terganjal Kapasitas Lab

Ilustrasi kasus Covid-19 (dok Republika)

Ilustrasi kasus Covid-19 (dok Republika)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pekan ini, Kota Bandung berada di zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 alias zona merah. Positivity rate kasus Covid-19 di Kota Bandung pun telah jauh melampaui batas maksimal yang ditetapkan WHO.

Hingga 26 November 2020, angka positivity rate Kota Bandung mencapai 21,53%, empat kali lipat lebih besar dari batas maksimal WHO yakni 5%. Angka yang lebih tinggi dari 5% mengindikasikan banyaknya kasus positif Covid-19 yang belum terdeteksi.

Idealnya, seiring dengan bertambahnya angka kasus positif di Kota Bandung, jumlah pengetesan pun terus ditambah untuk mempercepat pelacakan kasus yang tersebar. Epidemiolog Universitas Padjajaran Panji Fortuna mengatakan, salah satu penyebab positivity rate yang tinggi adalah kemampuan pelacakan kasus yang masih rendah.

"Positivity rate tinggi artinya kemungkinan besar penambahan jumlah testingnya tidak sebanding dengan penambahan jumlah kasus positif. Mungkin yang terjadi adalah kita tidak bisa mengidentifikasi kebanyakan kasus yang ada di masyarakat. Kemampuan deteksi kita masih kurang," ungkapnya ketika dihubungi belum lama ini.

Meskipun saat ini Pemerintah Kota Bandung meyebut bahwa jumlah pengetesan yang dilakukan telah memenuhi standar WHO, yakni 1% dari total jumlah populasi, namun hal tersebut belum cukup. Pasalnya, laju kenaikan kasus positif masih terus bertambah.

"Saya rasa indikator WHO itu indikator minimum. Paling tidak harus mengetes dalam jumah segitu (1%), tapi kecukupannya tidak boleh hanya dilihat dari indikator itu saja," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya masih kesulitan untuk melakukan pengetesan PCR massal di luar tracing kontak erat. Kapasitas laboratorium yang terbatas menjadi persoalan.

"Ini kan keterbatasan alat juga, memang (pengetesan PCR) harus prioritas. Kita sedang menuntaskan tes pada tenaga kesehatan karena mereka banyak berinteraksi dengan yang terinfeksi, mereka risiko tinggi," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Rabu (2/12/2020).

Selama ini, ia mengatakan, pengetesan PCR di Kota Bandung baru diperuntukkan bagi para kelompok yang dianggap rawan dan masyarakat yang 'terjaring' hasil tracing kontak erat kasus positif. Tes PCR baru akan diberikan pada warga yang memiliki hasil rapid test reaktif.

"Jadi memang harus rapid dulu, kalau harus langsung PCR kita juga tidak sanggup," ungkapnya.

Yana menyebutkan, salah satu kendala adalah kapasitas laboratorium pemeriksa sampel Covid-19 yang terbatas. Saat ini, Kota Bandung hanya memiliki satu laboratorium Biosafety Level (BSL-2) yang digunakan untuk memeriksa sampel-sampel tes PCR dari berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 tingkat kota, ataupun dari pengetesan masif di sejumlah kelompok rentan seperti tenaga kesehatan.

"(Kendalanya) kapasitas lab juga. Kalau (sampel tes) semakin menumpuk dan kapasitas lab tetap, akan semakin lama hasilnya keluar. Misalnya kapasitas 200 sampel sehari, tapi sampel yang diambil 1.000 atau 2.000 sehari, maka akan semakin lama (hasilnya keluar)," ungkapnya.

Bila jumlah tes PCR ditingkatkan tanpa meningkatkan kapasitas lab, ia mengatakan, hal tersebut berpotensi memunculkan kekhawatiran masyarakat. Menurutnya, warga yang menunggu hasil tes PCR umumnya akan merasa cemas.

"Saya juga merasakan faktor psikologis saat menunggu hasil swab. Kalau sampai harus menunggu seminggu, itu akan deg-degan. Sementara faktor psikologis juga kan berperan dalam menurunkan imunitas," ungkap Yana.

Adapun saat ini, kapasitas pemeriksaan sampel tes PCR di lab BSL-2 Kota Bandung mencapai 200 sampel per-hari. Secara teori, satu sampel tes Covid-19 hasilnya dapat keluar dalam 4-5 jam. Namun, karena jumlah antrean yang tinggi, maka hasil satu sampel PCR dapat keluar dalam beberapa hari. (Nur Khansa)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.