TEBET, AYOJAKARTA.COM – BLT untuk guru dan tenaga kependidikan honorer atau non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) senilai Rp1,8juta kepada 2 juta orang akan cair mulai besok, Selasa 17 November 2020.
Kepastian bantuan langsung tunai (BLT) atau disebut bantuan subsidi upah (BSU) kepada guru dan tenaga kependidikan akan mulai cair besok disampaikan akun Twitter resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), @Kemdikbud_RI, Senin 15 November 2020.
“#SahabatDikbud, saksikan peluncuran program Bantuan Subsidi Upah bagi Pendidik & Tenaga Kependidikan Non-PNS di Lingkungan Kemendikbud Tahun 2020, Selasa, 17 November 2020, pukul 13.30 WIB di kanal YouTube Kemendikbud RI!”
Demikian informasi yang disampaikan akun @Kemdikbud_RI tentang pencairan BLT untuk para guru dan tenaga kependidikan.
AYO BACA : BLT GURU & DOSEN HONORER KEMDIKBUD: Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Sementara itu, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Mendikbud Nadiem Makarim memastikan BLT untuk guru dan tenaga kependidikan honorer atau non-PNS segera cair kepada 2 juta orang dengan nilai Rp1,8 juta.
Berikut ini daftar tenaga kependidikan yang berhak mendapatkan BLT, disebut dengan bantuan subsidi upah (BSU), senilai Rp1,8 juta:
-
Total: 2.034.732 orang tenaga kependidikan
-
Dosen Peguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta: 162.777 orang
-
Guru Honorer: 1.634.832 orang
-
Tenaga Kependidikan: 237.623 orang
AYO BACA : BLT GURU & DOSEN HONORER KEMDIKBUD: Nadiem Bilang Akan Cair Rp1,8 Juta Untuk 2 Juta Guru
Menteri Nadiem mengatakan bantuan BLT untuk guru, dosen honorer, dan tenaga kependidikan hanya akan cair kepada tenaga kependidikan yang memenuhi syarat sebagai berikut:
- Berstatus warga negara Indonesia (WNI)
- Tidak menerima bantuan subsidi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
- Berstatus non-Pegawai Negeri Sipil (PNS)
- Tidak menerima salah satu bantuan semi bansos kita yaitu kartu Pra-Kerja sampai dengan 1 Oktober 2020
- Bergaji di bawah Rp5 juta
“Jadi kita tak mau tumpang tindih dengan bantuan-bantuan bansos dari Kemnaker ataupun juga yang semi bansos dari Pra-Kerja. Dan kriteria terkahir mereka memiliki penghasilan di bawah 5 juta rupiah per bulan,” ujar Nadiem.
Kepastian tentang bantuan langsung tunai (BLT), disebut bantuan subsidi upah (BSU), untuk para guru dan dosen honorer atau non-PNS tersebut disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin 16 November 2020.
“Kabar gembira hari ini adalah berkat perjuangan dari Komisi X, perjuangan dari Kemendikbud dan juga dukungan luar biasa dari Kemenkeu kita berhasil mendapatkan BSU bagi para guru honorer dan juga tenaga kependidikan yang non-PNS sebesar Rp1,8 juta yang akan diberikan 1 kali. Jadi sekaligus kami memberikannya,” ungkap jelas Nadiem seperti ditayangkan kanal YouTube DPR.
BLT tersebut, ujar Nadiem, akan mengucur kepada 2 juta tenaga kependidikan honorer yang berada di seluruh Indonesia mulai dari guru, dosen, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, hingga tenaga administrasi, baik yang berada di sekolah negeri ataupun swasta.
Berikut ini tenagakependidikan yang berhak mendapatkan BLT senilai Rp1,8 juta: dosen, guru, guru honorer, dosen tidak tetap, dan non PNS, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, tenaga administrasi.
“Jadi semuanya ada bantuannya. Di semua sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ya. Total sasaran kita sedikit lebih dari 2 juta orang ya,” ungkap Nadiem.
Total dana yang disiapkan untuk BLT bagi para guru dan tenaga kependidikan non-PNS atau honorer mencapai Rp3,6triliun.
AYO BACA : BLT GURU HONORER KEMDIKBUD: Ini Rincian Guru, Dosen & Tenaga Pendidik yang Akan Terima Rp 1,8 Juta

Share this article
BLT GURU HONORER KEMENDIKBUD: Cair Mulai Besok 17 November Rp1,8 Juta per Orang