TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah awalnya menargetkan 15,7 juta pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp1,2 juta. Namun, BP Jamsostek hanya dapat mengumpulkan 14,8 juta data dan rekening pekerja hingga batas waktu 30 September 2020.
Sayangnya, dari total 14,8 juta dari rekening pekerja yang berhasil dikumpulkan BP Jamsostek, jumlah yang dapat diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkurang lagi menjadi 12,4 juta data dan rekening pekerja sebagai calon penerima BLT atau BSU.
Menurut Deputi Direktur Humas BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, pengurangan itu dilakukan lantaran 2,4 juta data dan rekening pekerja yang diserahkan oleh perusahaan atau pemberi kerja tidak valid.
“Terdapat 2,4 juta data tak valid, sehingga data yang diserahkan ke Kemnaker hanya 12,4 juta,” ujar Utoh dalam webinar Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Senin (26/10/2020).
Utoh menambahkan, sekitar 75% dari data dan rekening yang tidak dikirimkan ke Kemnaker itu dilakukan lantaran tidak memenuhi kriteria penerima program BLT atau BSU. Ia mengungkapkan, kebanyakan perusahaan asal memberikan data tanpa menyaring terlebih dahulu.
Sementara itu, dari tiga kali validasi yang dilakukan BP Jamsostek, terdapat 25% sisanya atau sebanyak 600 ribu data dan rekening tidak diserahkan ke Kemnaker karena berbagai sebab, mulai dari masalah duplikasi rekening, hingga tidak validnya nomor induk kependudukan (NIK).
AYO BACA : Cek Rekening! KJP Plus Tahap 1 SMA / SMK / SMALB / MA Cair! Lalu, KJP Plus Tahap 2 Kapan?
Oleh karena itu, dia berharap perusahaan atau pemberi kerja dapat lebih teliti lagi dalam menyerahkan data dan rekening, sehingga tidak merugikan para pekerja.
“Jadi ada kemungkinan perusahaan tidak hanya menyerahkan data yang memenuhi kriteria, tapi seluruh pekerja diserahkan datanya. Harusnya dipastikan data yang disampaikan ke kami, baik NIK atau nomor rekening harus sudah valid,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan, Aswansyah, memastikan penyaluran BLT atau BSU dilakukan secara tepat sasaran.
Untuk mengeceknya, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pendataan di sejumlah daerah asal penerima subsidi gaji mulai dari di Cikarang, Indramayu, Mojokerto, Gresik, dan Pekalongan.
Kalian harus mengetahui proses penyaluran BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 sebelum masuk ke rekening. Berikut ini alur pencairan yang Ayojakarta sarikan dari penjelasan BP Jamsostek dan Kemnaker:
Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.
AYO BACA : Siap-siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Hanya di Situs Prakerja.go.id!
Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.
Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.
Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai 4 hari untuk melalukan check list.
Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.
Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU yang masih menunggu tahap terakhir di termin 1 tak kunjung cair ke rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.
AYO BACA : Pastikan Data Valid,Dana BLT Pasti Cair ke Rekening BNI, Mandiri, BCA!

Share this article
Sayangnya, dari total 14,8 juta dari rekening pekerja yang berhasil dikumpulkan BP Jamsostek, jumlah yang dapat diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkurang lagi menjadi 12,4 juta data dan rekening pekerja sebagai calon penerima BLT atau BSU.