TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Agama (Kemenag) tengah memvalidasi data guru agama (ngaji atau madrasah) yang bukan PNS (honorer) untuk mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta. Saat ini, sebanyak 455 ribu guru sudah mencatatkan nomor rekening.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain, menjelaskan jumlah nomor rekening tersebut berdasarkan data real time Simpatika (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag) Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-2021.
Zain melanjutkan, tercatat sekitar 162 ribu guru lainnya belum mendaftarkan nomor rekening pada Simpatika. Jika diakumulatifkan jumlah guru bukan PNS (honorer) pada sistem informasi tersebut, ada sebanyak 617 orang.
“Data berdasarkan nama dan alamat guru madrasah bukan PNS (honorer) yang belum mencantumkan nomor rekening juga akan disampaikan oleh Admin Simpatika Kemenag Pusat melalui Admin Simpatika pada Kanwil Kemenag Provinsi,” ujar Zain dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2020).
Terpisah, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, menyatakan anggaran untuk BLT Rp1,2 juta saat ini dalam proses pengalihan dari Kemnaker ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Agama.
AYO BACA : PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 2 NOVEMBER & DESEMBER: Insya Allah Akhir Oktober Cair…
“Kami memang tengah mengupayakan agar guru madrasah bukan PNS atau honorer serta tenaga kependidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan bisa mendapatkan bantuan subsidi gaji. Mereka juga sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19,” kata Zainut.
Buat para guru honorer, pahami alur pencairan BLT ini :
Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.
Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.
Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.
AYO BACA : JADWAL BLT PEKERJA FORMAL TAHAP 5: Ini Kata Menaker Tentang Kendala Pencairan BLT ke Rekening
Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.
Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.
Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank.
Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Share this article
Kementerian Agama (Kemenag) tengah memvalidasi data guru agama (ngaji atau madrasah) yang bukan PNS (honorer) untuk mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta.