BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Klaster baru penu;aran virus Covid-19 di Jawa Barat terjadi di Kabupaten Bekasi, tepatnya di TP Unilever Cikarang. Itu menjadi perhatian bagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ridwan pun akan menjadikan kawasan industri sebagai sasaran berikutnya untuk dites corona.
AYO BACA : 21 Karyawan Positif Covid-19, Unilever Hentikan Operasional Pabrik di Cikarang
"Dalam dua minggu ke depan selain pasar, tempat wisata dan terminal, kita akan fokus ke industri karena ada kasus di Unilever ternyata lintas wilayah," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Jumat (3/7/2020).
AYO BACA : Klaster Covid-19 Unilever Bekasi Tularkan 15 Keluarganya
Emil mengatakan, pihaknya telah memberi arahan kepada kepala daerah di kabupaten/kota agar menginstruksikan industri melakukan tes swab secara mandiri. Pengetesan minimal mencakup 10% dari total jumlah karyawan yang ada.
"Saya sudah minta kepala daerah agar mewajibkan industri besar bisa PCR mandiri, minimal 10% dari karyawannya secara acak agar tidak ada anomali lainnya," ungkapnya.
Sebelumnya, kantor dan pabrik Unilever di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ditutup sementara menyusul adanya 21 karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, seluruh karyawan di pabrik tersebut dikabarkan sudah melakukan swab test dan menjalani karantina mandiri. (Nur Khansa Ranawati)
AYO BACA : Karyawan Positif Covid-19, Unilever Bekasi Klaim Produknya Aman
![Ilustrasi. Logo Unilever. [Unilever.co.id]](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/1755679023339-unilever3.jpg)
Share this article
"Saya sudah minta kepala daerah agar mewajibkan industri besar bisa PCR mandiri, minimal 10% dari karyawannya secara acak agar tidak ada anomali lainnya," ungkapnya.