SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Berdasarkan analisa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 70 % wilayah di Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau Tengah pada dasarian II Juni 2020 (Minggu kedua Juni 2020).
Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis W Harmoko mengatakan, jika 30% wilayah Jawa Tengah yang belum memasuki musim kemarau yaitu Jawa Tengah Bagian Tengah.
AYO BACA : Hindari Kekurangan Air, Petani di Indramayu Percepat Musim Tanam Gadu
“Untuk daerah yang belum memasuki musim kemarau seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Sebagian Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Sebagian Kebumen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2020).
Untuk di hasil monitoring hingga dasarian II Juni 2020 kali ini, wilayah Jateng, masuk musim kemarau 2020 di bulan Mei dan Awal Juni pada dasarian I.
AYO BACA : Menakjubkan! Ini 5 Pesona Gunung Pelangi di Dunia
“Berdasarkan peta prakiraan puncak musim kemarau 2020, umumnya di wilayah Jawa Tengah diprakirakan pada bulan Agustus 2020, kecuali wilayah Brebes Utara, Wonogiri Bagian Timur, Demak Utara, Jepara Bagian Barat dan Utara serta Pati bagian Utara diprakirakan pada bulan September 2020,” imbuhnya.
Sementara untuk potensi hujan yang masih terjadi saat ini, ia menambahkan, hal tesebut tergantung dari kondisi lokal masing-masing daerah atau adanya anomali cuaca yang bisa saja terjadi kapan saja.
BMKG pun menghimbau, agar masyarakat tetsap mewaspadai adanya potensi yang disebabkan hujan deras. “Untuk itu, msyarakat tetap perlu mewaspadai potensi bencana seperti banjir atau longsor khususnya daerah yang belum memasuki musim kemarau,” katanya.(Vedyana)
AYO BACA : Gempa Magnitudo 6,3 di Bolaanguki Terasa Hingga Toraja dan Masamba

Share this article
Berdasarkan analisa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 70 % wilayah di Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau Tengah pada dasarian II Juni 2020 (Minggu kedua Juni 2020).