AYO BACA : 2 Rumah dan Sawah di Tasik Rusak Berat Diterjang Longsor
AYO BACA : 7 Titik Bencana di Kabupaten Tasik Terjadi Satu Hari
SINGAPARNA, AYOJAKARTA.COM -- Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 39 kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya memiliki kerawatanan menengah hingga tinggi bencana alam terutama pergerakan tanah dan longsor.
Pergerakan tanah status kerawanan menengah, artinya daerah dengan potensi untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi pergerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sementara untuk zona rawan tinggi yakni daerah yang mempunyai potensi tinggi terjadi pergerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
"Kita termasuk wilayah yang mempunya kerawanan kategori menengah hingga tinggi. Karena kita banyak bukit dan lereng," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin, Senin (22/6/2020).
Dengan potensi kerawanan menengah hingga tinggi itu, kata Nuraedidin, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Hal ini mengingat, diperkirakan tiga hari ke depan curah hujan sedang hingga tinggi akan mengguyur wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
"Jadi kita imbau kepada masyarakat, untuk waspada berhati-hati dan mawas diri. Apalagi mereka yang tinggal di lereng bukit atau rumah berada di bawah bukit," ucapnya. (Irpan Wahab)
AYO BACA : Kakak Adik Tewas Tertimbun Longsor di Solok

Share this article
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 39 kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya memiliki kerawatanan menengah hingga tinggi bencana alam terutama pergerakan tanah dan longsor.