BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Ferdian Paleka mengelabui polisi dengan cara mengubah penampilannya saat melarikan diri dan menjadi buronan. Ia mengecat hitam rambutnya, serta mencukur kumisnya. Ia bahkan mengganti nomor ponselnya untuk menghindari pelacakan pihak polisi.
Meski demikian, polisi sudah menyebarluaskan foto Ferdian ke seluruh wilayah agar bisa dikenali. Hanya saja, ia tetap lolos dari pemeriksaan diduga dengan memanfaatkan jam pergantian jaga polisi yang berjaga. Ferdian Paleka berhasil menyeberang ke Pulau Sumatera menggunakan mobil dari pelabuhan.
AYO BACA : Ferdian Paleka Ganti Kena Prank, Polisi: Sebentar Lagi Kamu Bebas, Tapi Boong
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol S Erlangga membantah penjagaan di jalan longgar. Pemkot Bandung dan beberapa kota di Pulau Jawa menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memungkinkan warganya tidak bebas bergerak.
"Saat petugas berjaga, kemudian berbuka atau sahur, itu diduga dimanfaatkan yah," kata Erlangga, di Polrestabes Bandung, Jumat (8/5/2020).
AYO BACA : Selain Ferdian Paleka, Polisi Juga Amankan Dua Orang
Disinggung soalnya lemahnya pos penyekatan, Erlangga mengatakan, jajarannya telah melakukan gelar pengamanan untuk penyekatan.
"Kita sudah ada pos penyekatan. Namun mungkin saat bergantian jaga dimanfaatkan yah," katanya.
Sementara itu, cara lainnya, Ferdian mengubah penampilannya dengan cara menghitamkan rambut dan mencukur kumis, agar tidak dikenali polisi.
"Dari dugaan kita dia mengubah penampilannya yah. Selain itu, dia juga ganti-ganti nomor ponsel untuk menghidari pelacakan," tambah Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiono.
Untuk diketahui, Ferdian Paleka ditangkap pada Kamis malam, 07 Mei 2020 sekitar pukul 23.30 WIB oleh personil Polda Jabar. Setelah ditangkap, Ferdian Paleka kemudian dibawa ke Polsek Benteng, Polres Metro Tangerang, Kota Tangerang untuk pendataan.
AYO BACA : Akhir Petualangan Ferdian Paleka YouTuber “Sembako Sampah”, Kumis Dicukur dan Mengubah Warna Rambut

Share this article
"Saat petugas berjaga, kemudian berbuka atau sahur, itu diduga dimanfaatkan yah," kata Erlangga, di Polrestabes Bandung, Jumat (8/5/2020).