KEPRI, AYOJAKARTA.COM - Pria imigran asal Afghanistan membuat resah warga di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau. Pasalnya, ia keluyuran dan menginap di rumah seorang perempuan saat masa pandemi virus corona.
Diketahui, imigran tersebut selama ini tinggal di pengungsian Badhra Resort Batu 25, Kecamatan Toapaya. Warga pun meminta pihak yang berwenang di pengungsian untuk menjemput sang imigran karena dianggap meresahkan.
Pria asing itu juga nyaris diamuk warga karena aksinya yang diduga cabul karena saat penggerebekan tertangkap basah sedang tidur di kamar perempuan tanpa ikatan pernikahan.
AYO BACA : PSBB Bandung Raya, Pasar Tradisional Ikuti Aturan Jam Operasional
Salah satu warga, Jono membenarkan peristiwa itu. Ketika digerebek pria berkulit putih yang mengenakan baju hijau itu sedang tidur terlingkup di dalam kamar si perempuan tersebut.
“Iya kejadiannya Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kalau tak diamankan, hampir saja pengungsi itu diamuk warga. Lagian lagi situasi wabah Coronavirus Disease (Covid-19) bukannya tetap di pengungsian malah keluyuran,” ujar pria ini dengan nada kesal, Rabu (22/4/2020).
Warga sudah curiga ketika melihat imigran itu bolak balik masuk ke rumah perempuan beranak satu tersebut. Apalagi saat imigran itu masuk ke rumah dan tak keluar-keluar sehingga membuat warga emosi.
AYO BACA : Positif COVID-19 di Jakarta 3.399 Orang, 889 Orang Menunggu Hasil Laboratorium
Akhirnya warga sepakat untuk bersama-sama menggerebek mereka.
“Imigran itu disuruh keluar. Lalu Bu RT menghubungi tempat pengungsiannya yaitu pihak Badhra Resort untuk menjemputnya,” jelasnya.
Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Kawal, Rina mengatakan warga sangat resah dengan perilaku imigran yang tidur di rumah warganya. Maka secara spontan mereka menggerebeknya.
“Imigran sama warga kita belum ada ikatan resmi tapi sudah berani tidur sekamar. Makanya warga sekitar emosi dan menggerebeknya,” katanya.
Ketika digerebek, kata Rina, imigran itu sedang tertidur pulas di dalam kamar perempuan tersebut. Emosi warga memuncak sehingga dia langsung menghubungi penanggungjawab tempat pengungsian agar segera menjemput imigran.
“Kita minta imigran ini dijemput agar tidak jadi amukan warga. Terus kita berharap agar pihak pengungsi tidak mengizinkan imigran bebas keluyuran apalagi situasi saat ini sedang dilanda wabah Covid-19,” ucapnya.
AYO BACA : Di Uni Emirat Arab, Napi Bebas Penjara dan Utang Dilunasi
Share this article
Warga sudah curiga ketika melihat imigran itu bolak balik masuk ke rumah perempuan beranak satu tersebut. Apalagi saat imigran itu masuk ke rumah dan tak keluar-keluar sehingga membuat warga emosi.