JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penolakan jenazah pasien virus corona yang akan dikebumikan terjadi di sejumlah daerah. Belum lama ini dialami jenazah mendiang NK, perawat Rumah Sakit Karyadi Semarang. Di media sosial, ramai netizen melontarkan kecaman atas aksi penolakan tersebut.
Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria menilai agaknya pemahaman publik terkait virus corona ini sangatlah minim.
"Memang ada warga yang salah, namun sebelum menyalahkan oknum warga yang menolak jenazah pasien corona, perlu dievaluasi. Apakah pesan-pesan terkait corona sampai ke warga?" ujar pengamat media sosial ini kepada Ayojakarta, Jumat (10/4/2020).
Ia melihat banyak video maupun poster pemerintah yang bagus desainnya. Namun tak sampai pesannya ke warga.
"Pernyataan para ahli epidemiologi bahwa jenazah pasien corona tidak berbahaya juga tidak sampai ke warga dan petugas pemakaman," terangnya.
Hal tersebut semakin menggambarkan bahwa pemerataan informasi belum sukses atau sementara ini gagal dilakukan. "Jangan sampai kita menyalahkan, sedangkan mereka tidak tahu apa-apa," imbuh Harigo.
Menurut dia, saat ini yang diperlukan adalah peningkatan gotong royong akun-akun kementerian, lembaga dan pemerintah lainnya dalam menyosialisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan informasi lain terkait COVID-19.
"Akun-akun warga sudah cukup maksimal, hanya mereka tentu kurang akses kepada RT, RW, lurah, camat, dan lain-lain. Namun perlu evaluasi serius terkait gotong royong kita semua dalam menyebarkan informasi," pungkasnya.

Share this article
Banyak video maupun poster pemerintah yang bagus desainnya. Namun tak sampai pesannya ke warga.