JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, geram dengan tuduhan akademisi Musni Umar yang menyerang koleganya satu partai, Ferdinand Hutahaean.
Kemarin, Musni lewat akun @musniumar menyebut Ferdinand yang belakangan ini kerap mengkritik Gubernur DKI, Anies Baswedan, sedang melakukan pembunuhan karakter. Bahkan secara tak langsung Musni menyebut Ferdinand menyerang untuk kepentingan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Serangan Ferdinan Hutahean dkk terhdp Anies, sdh membabi buta. Banjir ada tp sgr surut dieksploitasi #anies tdk becus kerja. Anies disebut tdk kerja apa2. Ini politik pembunuhan karakter. Krn dia jubir partai politik patut diduga ada agenda pltk utk hancurkan Anies demi AHY?" tulis Musni Umar.
Beberapa saat lalu, Andi Arief alias AA yang dikenal sebagai loyalis Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyerang balik profesor dari Universitas Ibnu Chaldun itu.
Menurut AA, Musni Umar semestinya menyertakan metodologi dalam berpikir. Menuduh Ferdinand sebagai jubir AHY adalah kekeliruan besar, bahkan masuk kategori dosa besar.
"Profesor harus punya metodologi dalam berfikir. Menuduh @FerdinandHaean2 jubir AHY keliru besar, masuk kategori dosa besar," tulis Andi tertuju pada Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu.
AA tegaskan, hubungan Gubernur Anies dengan AHY dan Partai Demokrat sangat baik, walaupun AHY dan Anies sempat bertarung dalam laga Pilkada DKI 2017.
AA juga menyebut Musni Umar sedang menebar kekacauan informasi. Sebaliknya, ia meminta Musni Umar menjawab kritik-kritik Ferdinand kepada Anies dengan pendapat pribadi.
"Saya berharap Pak Prof @musniumar tidak menebar kekacauan informasi. Jika @FerdinandHaean2 mengkritik, silahkan jawab saja dengan pendapat pribadi. Masak Profesor kewalahan," tegas AA lagi.
Ferdinand Hutahaean memang kerap mengkritik Gubernur Anies belakangan ini. Baik di media sosial maupun lewat pernyataan di media massa.
Kritiknya yang tajam kepada Anies baru-baru ini adalah soal pemberian penghargaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI kepada diskotek bermasalah, Colosseum.
Ferdinand Hutahaean menyebut Anies Baswedan sebagai pemimpin lemah, labil, dan tidak punya pendirian karena mencabut penghargaan yang sudah terlanjur diberikan Pemprov DKI kepada Colosseum.
Ia mengatakan, pembatalan penghargaan tersebut dilakukan Anies karena mendapat tekanan dari ormas-ormas yang mendukungnya pada Pilgub 2017.

Share this article
Beberapa saat lalu, Andi Arief alias AA yang dikenal sebagai loyalis SBY selaku Ketua Umum Demokrat, menyerang balik profesor dari Universitas Ibnu Chaldun itu.