JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU).
MoU itu mengenai dukungan infrastruktur dalam pengembangan pertanian. Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).
Dikatakan Menteri Basuki, MoU itu merupakan komitmen dua Kementerian yang tugasnya beriringan, khususnya pada pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) agar ketahanan pangan dalam negeri dapat terjaga.
"Melalui MoU diharapkan program-program kerja terkait ketahanan air dan pangan dapat kita lebih rekatkan. Bersama saling mendekatkan diri untuk membuat program sinergis," kata Menteri Basuki.
Menteri Basuki berharap, dengan MoU tersebut ketahanan pangan bisa ditingkatkan, tidak hanya dari segi program namun juga dalam dalam bidang keilmuan terkait. Selama ini Kementerian PUPR terus berupaya mendorong pengembangan sistem irigasi di Indonesia dengan aktif menjadi anggota di International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) dan Indonesian National Committee on Irrigation and Drainage (INACID).
"Saat pertemuan 3rd World Irrigation Forum di Bali September 2019 lalu, saya usulkan agar Kementerjan Pertanian untuk ikut aktif menjadi anggota," ungkapnya.
Menteri Basuki menambahkan, untuk mempercepat tindak lanjut proses MoU, tidak perlu lagi ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Direktur Jenderal terkait di kedua Kementerian.
"Langsung saja tidak perlu prosedural. Supaya lebih cepat, langsung bekerja. Sehingga program-program Kementerian PUPR dalam ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan di Kementerian Pertanian langsung bersinergi," tuturnya.
Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, MoU itu bagian dari konsolidasi teknokratik antara dua kementerian.
"Diharapkan dengan ini memberikan ruang kepada kami menata lebih baik pertanian, berakselerasi lebih kuat," jelas Menteri Syahrul.
MoU yang ditandatangani kemarin merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Basuki dan Menteri Syahrul pada 8 November 2019, di mana keduanya sepakat menyinergikan program ketahanan pangan lima tahun ke depan.
Selama periode 2015-2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektar dan merehabilitasi jaringan irigasi sekitar 3 juta hektar. Pembangunan akan dilanjutkan pada 5 tahun ke depan sekitar 500 ribu hektar jaringan irigasi baru dan merehabilitasi 2,5 juta hektar.
Pemenuhan suplai air untuk pertanian juga dilakukan Kementerian PUPR dengan terus meningkatkan tampungan air seperti pembangunan bendungan, embung, dan revitalisasi danau. Keberadaan bendungan dan suplai air dari irigasi diharapkan dapat mendukung kegiatan petani untuk melakukan beberapa kali penanaman sehingga meningkatkan produksi pangan di Indonesia.

Share this article
MoU itu merupakan komitmen dua Kementerian yang tugasnya beriringan, khususnya pada pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) agar ketahanan pangan dalam negeri dapat terjaga.