JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Revolusi industri 4.0 ditandai perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. Tidak terkecuali, memberi nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur.
“Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi khususnya di bidang konstruksi. Untuk memenangkan kompetisi global, kita harus lebih cepat, lebih murah dan lebih baik,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Salah satu inovasi teknologi yang dibuat Kementerian PUPR Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan adalah Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) untuk pemetaan rumah masyarakat terdampak bencana alam di Indonesia.
Kepala Project Management Unit Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Program (PMU CSRRP) atau Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi, Dedi Permadi, mengatakan, Sirumba adalah sebuah sistim aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana.
Menurut Dedi, pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.
AYO BACA : KemenPUPR Dorong PDAM Perluas Layanan Akses Air Siap Minum
"Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Sirumba diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu berbasis Sistim Informasi Geografis. Kegiatan ini diikuti peserta dari Kementerian PUPR, fasilitator lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sivitas akademika Universitas Tadulako. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta juga menguji coba Sirumba.
Untuk menindaklanjuti uji coba tersebut, imbuh Dedi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng mahasiswa Universitas Tadulako yang telah mengikuti bimbingan teknis, untuk melaksanakan kegiatan pendataan sebagai partisipasi dalam mitigasi bencana ke depan.
Para mahasiswa akan melengkapi data yang sudah ada berdasarkan nama dan alamat atau by name by address dengan data-data spasial yang dibutuhkan. Dengan adanya data-data spasial, maka penyajian data dapat dikonversikan dari bentuk tabular menjadi bentuk spasial sehingga pembacaan datanya menjadi lebih mudah.
Diharapkan, dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung lebih efisien. Rencananya sistem ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.

Share this article
Pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.