KUNINGAN, AYOJAKARTA.COM -- Sampah sudah menjadi masalah yang tidak dapat dihindari lagi dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan studi McKinsey and Co. dan Ocean Conservancy, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok.
Berangkat dari isu tersebut, Danone-Aqua bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar.
Peluncuran buku panduan yang dikemas dalam acara bertajuk ''Kelola Sampah Sejak Dini untuk Indonesia yang Lebih Bersih merupakan kelanjutan dari Gerakan #BijakBerplastik Aqua.
Dalam gerakan ini, Aqua berkomitmen untuk mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab oleh berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya dengan mengedukasi publik mengenai pentingnya perilaku 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), termasuk kepada anak usia sekolah.
''#BijakBerplastik merupakan bagian dari upaya keberlanjutan Danone-Aqua yang menekankan kolaborasi multi pihak. Melalui peluncuran buku panduan ini, kami selangkah lebih dekat dengan target kami untuk menyebarkan edukasi #BijakBerplastik kepada 100 juta orang pada tahun 2025,'' ujar Presiden Direktur Danone-Aqua Corine Tap di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).
Buku panduan berjudul Sampahku Tanggung Jawabku akan disalurkan ke 75 sekolah dari Sabang sampai Merauke. Buku panduan memegang peranan penting karena jumlah generasi muda di Indonesia mencapai 41 persen dari total populasi. Angka yang menunjukkan besarnya potensi yang dapat membawa perubahan di masa depan.
Buku panduan juga dikemas dengan pendekatan yang menyeluruh dan kreatif serta memerhatikan konteks lokal. Materi buku mencakup pengetahuan terkait katagorisasi dan pemilahan sampah serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu, buku juga dilengkapi ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran yang ramah anak seperti lagu, poster berwarna, dan permainan.
''Peluncuran buku ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik. Gerakan Indonesia Bersih merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 12/2016 dan implementasi muatan kemaritiman dalam Kurikulum 2013 yang mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih bersih. Kami sangat menghargai langkah proaktif Danone-Aqua, Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak yang turut serta mendukung gerakan ini. Harapannya, materi-materi yang telah disusun bersama ini bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia bahkan dikembangkan lagi untuk jenjang pendidikan tingkat SMP dan SMA,'' jelas Sekretaris Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono.
Guna memastikan semuanya sejalan dan dapat terintegrasi dengan muatan kemaritiman dalam Kurikulum 2013, Kemendikbud turut terlibat dalam pembuatan buku.
''Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sadar bahwa pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, pihak swasta maupun lembaga swadaya masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan,'' kata Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud Dr. H. Khamim.
UI dan Yayasan Lentera Anak juga memainkan peran penting dalam tahap penyusunan buku Sampahku Tanggung Jawabku. UI terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru, sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak. Gabungan materi komprehensif yang dihasilkan keduanya diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa sekolah dasar untuk menerapkan kebiasaan 3R dan berkontribusi dalam upaya menjadikan Indonesia lebih bersih.

Share this article
Sampah sudah menjadi masalah yang tidak dapat dihindari lagi dalam kehidupan sehari-hari.