JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Para pelaku industri jasa konstruksi nasional, termasuk para ahli pembangunan jalan yang tergabung dalam Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), didorong terus melakukan inovasi dan kreativitas.
Inovasi diperlukan sebagai adaptasi terhadap perubahan global yang tercermin dalam perkembangan pesat dunia teknologi informasi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan, beberapa tantangan dalam bidang pembangunan jalan saat ini tidak hanya terkait masalah teknik konstruksi, namun juga keterbatasan sumber daya manusia, pembiayaan dan teknologi.
"Keterbatasan pembiayaan dalam pembangunan jalan harus dijawab dengan berbagai inovasi yang mampu menarik investasi serta terobosan-terobosan baru lainnya. Salah satu inovasi pembiayaan dalam pembangunan jalan tol yang dapat menarik investasi adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Selain pembangunan, skema ini juga diterapkan dalam kegiatan preservasi jalan yang saat ini dalam tahap uji coba," kata Menteri Basuki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo dalam acara Konferensi Nasional Teknik Jalan (KNTJ) ke-10, di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Basuki juga meminta para ahli bidang jalan mengenali tantangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembangunan konstruksi. Hal ini sejalan dengan keinginan Pemerintah merealisasikan Kebijakan Industri 4.0 yang telah dicanangkan.
Menurut Basuki, pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekadar mengikuti kecenderungan sesaat.
"Industri 4.0 hanya instrumen, justru harus ada SDM yang handal di baliknya. Untuk memenangkan kompetisi global, kebijakan di sektor konstruksi nasional harus diarahkan untuk menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik," ujarnya.
Menurut Basuki, salah satu prinsip dasar yang harus dilakukan adalah menerapkan Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. BIM merupakan sebuah metode baru untuk konstruksi infrastruktur yang mengintegrasikan model virtual beserta data atau informasi teknisnya.
Kelebihan dari aplikasi ini yaitu meningkatkan efisiensi dan akurasi melalui kerjasama antara para pemangku kepentingan, desain dan pembangunannya menjadi lebih ramping dan transparan, berbagai kesalahan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan bisa dihindari, serta penggunaan material, peralatan, dan waktu menjadi lebih optimal.
Kementerian PUPR telah menerapkan teknologi BIM pada proyek percontohan (pilot project) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Morotai, Kepulauan Maluku. Pemanfaatan BIM di KSPN Morotai mencakup pembangunan jalan wisata, infrastruktur penahan abrasi pantai teknologi 3B (Berkait, Berongga, Bertangga), dan toilet wisata. Teknologi ini juga sudah diterapkan pada proyek jalan di Mandalika, NTB dan Jalur Pansela.
Menteri Basuki juga menyampaikan HPJI sangat berperan penting untuk menjadi wahana peningkatan kompetensi tenaga profesional teknik jalan yang bekerja di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Kementerian PUPR selama ini juga dapat bekerja dengan tenang dalam mengembangkan jalan dan jembatan karena selalu mendapat dukungan HPJI.

Share this article
Basuki juga meminta para ahli bidang jalan mengenali tantangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembangunan konstruksi. Hal ini sejalan dengan keinginan Pemerintah merealisasikan Kebijakan Industri 4.0 yang telah dicanangkan.