JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan Program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi sebagai upaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang konstruksi.
Program tersebut juga bertujuan mendukung visi Presiden Jokowi dan Wapres Mruf Amin selama lima tahun ke depan. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, selain bertujuan untuk menjamin kompetensi para tenaga kerja konstruksi, sertifikasi juga akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
“Kementerian PUPR sebagai pembina konstruksi bertanggung jawab terhadap keterampilan, handalnya para pekerja konstruksi. Tanpa itu, sekali lagi, tidak akan terbangun tol, jembatan, dan bangunan-bangunan lain. Sertifikat keterampilan harus dipunyai tenaga konstruksi untuk bersaing dengan pekerja dari negara-negara lain,” kata Menteri Basuki, beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, mengatakan, pembangunan infrastruktur dan penyiapan SDM Konstruksi Nasional merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik lokal, regional maupun nasional.
“Karena itu sangat penting mencetak tenaga kerja konstruksi berkualitas agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Syarif saat membuka program uji sertifikasi bagi 11.250 tenaga konstruksi di lokasi proyek pembangunan Wisma Barito Pacific II Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Dalam kegiatan yang dihadirinya, turut pula Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Ruslan Rivai, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Ricky Aditya Natsir dan Project Manager Pembangunan Proyek Gedung Wisma Barito Pacifik II Darmono Eko.
Menurut Syarif, kegiatan ini bukan untuk memperbanyak sertifikat akan tetapi untuk memperbayak orang yang memiliki kompetensi dan kompetensinya difinalkan dengan sertifikat.
“Saya yakin di sini sudah memiliki kompetensi, hanya tinggal dibuktikan dengan sertifikat,” katanya, dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.
Sebanyak 11.250 orang itu terdiri dari Tenaga Terampil Konstruksi, Tenaga Ahli Konstruksi, Pekerja Konstruksi di Proyek Padat Karya Kementerian PUPR, Calon Instruktur dari Dosen Politeknik dan Perguruan Tinggi, serta fresh graduate Politeknik bidang Konstruksi.
Program sertifikasi diselenggarakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 16 September-24 Oktober 2019 yang diikuti 10.014 orang. Gelombang kedua tanggal 25-31 Oktober 2019 dan diikuti 1.100 peserta.

Share this article
Sangat penting mencetak tenaga kerja konstruksi berkualitas agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.