JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Fenomena angin kencang yang sering terjadi akhir-akhir ini merupakan tanda-tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba.
"Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 kilometer per jam atau lebih, dengan sifat hempasan bergerak secara horizontal dengan durasi panjang dan bisa menimbulkan dampak kerusakan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam siaran pers, Senin (21/10/2019).
AYO BACA : Angin Kencang di Kota Batu Tewaskan Satu Orang, Lebih dari Seribu Warga Mengungsi
Agus mengatakan, angin pada masa pancaroba dapat berlangsung hingga lebih dari sepekan. Melihat tanda-tanda angin kencang yang sudah terjadi pada awal Oktober maka diperkirakan periode tersebut tidak berlangsung lama seiring pergantian cuaca ekstrem lainnya.
Bencana angin kencang yang merusak sudah terjadi di Desa Sumberbrantas, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Angin berlangsung sejak Sabtu (19/10/2019) sekitar pukul 23.30 WIB hingga Minggu kemarin (20/10/2019). Angin kencang menyebabkan satu orang meninggal serta sejumlah orang luka-luka dan mengalami gangguan saluran pernafasan.
"Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu telah melakukan kajian cepat dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, dan para relawan untuk mengungsikan warga terdampak ke pos pengungsian yang telah didirikan. Dapur umum juga telah dibentuk," tutur Agus.

Share this article
Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 kilometer per jam atau lebih.