Menerka Nasib Demokrasi di Tangan Jokowi Lima Tahun Lagi

Presiden Joko Widodo/Detik.com
Presiden Joko Widodo/Detik.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Era kepemimpinan Joko Widodo lima tahun pertama dianggap memberi dampak buruk pada kehidupan demokrasi Indonesia.

Di pembuka bulan ini, media analisis theconversation.com mempublikasikan pendapat dua peneliti politik dari Australian National University di Canberra, Australia, Edward Aspinall dan Marcus Mietzner. Mereka mengatakan, demokrasi Indonesia berada pada titik terendahnya. Penyebab terbesarnya adalah adalah kepemimpinan Jokowi.

Kamis 26 September 2019, Jokowi menyuarakan komitmennya terhadap demokrasi saat menerima para tokoh agama di Istana Merdeka, Jakarta. Sayangnya, pernyataan itu langsung disusul penangkapan terhadap dua aktivis. Pertama adalah penangkapan atas pembuat film dokumenter pendiri Watchdoc, Dandhy Dwi Laksono, yang dilakukan aparat dari Polda Metro Jaya pada Kamis (26/9/2019) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Sedangkan penangkapan kedua dilakukan Polda Metro Jaya terhadap aktivis, musisi juga mantan wartawan Tempo, Ananda Badudu. Ia ditangkap pada Jumat (27/9/2019) pagi.  Dari aktivitasnya di Twitter diketahui bahwa Ananda ditangkap sekitar waktu subuh. Penangkapan Ananda terkait uang yang dihimpunnya lewat media sosial dan disalurkan untuk mendukung gerakan mahasiswa menentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR.

Dua penangkapan ini sangat disesalkan oleh publik luas, seperti tertangkap dalam pembicaraan netizen di media sosial. Apalagi, penangkapan kepada Dandhy dan Ananda terjadi setelah mahasiswa di Kendari tertembak mati di tengah demonstrasi.

Di antara sejumlah keputusan Jokowi yang dianggap memperburuk demokrasi adalah mendukung pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Kecemasan terhadap tumbuh kembang demokrasi Indonesia juga dipicu sikap represif aparat keamanan terhadap rentetan demonstrasi di berbagai kota yang menolak revisi UU KPK dan RKUHP. Banyak di antara demonstran yang mengalami penganiayaan berat hingga luka parah, diinterogasi tanpa kejelasan, bahkan kekerasan aparat juga menimpa para wartawan di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah mengancam sanksi untuk pimpinan universitas yang mahasiswanya terlibat unjuk rasa.

Kebijakan pemerintah yang kurang tepat dalam era kebebasan berpendapat tercermin lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas). Walau dalih pemerintah adalah untuk menutup celah bagi tumbuhnya organisasi anti-Pancasila seperti HTI, namun prosedur yang cacat menjadi catatan kritis akibat pengebirian hak berorganisasi itu tidak melewati proses peradilan.

Satu lagi yang cukup disorot, khususnya oleh para pegiat HAM di Indonesia, adalah kebijakan Presiden dalam Peraturan Presiden (Perpres) 37/2019 tentang Jabatan Fungsional TNI karena dianggap bertabrakan dengan semangat reformasi.

Menarik juga untuk menyimak pandangan tokoh oposisi, Rizal Ramli, terkait UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang sudah ia dengungkan jauh hari sebelumnya. Ia menilai UU tersebut sudah mengarah pada pemberangusan demokrasi karena berisi banyak pasal karet, sehingga harus direvisi.

"Jika memang UU ITE digunakan untuk memerangi kejahatan keuangan, kejahatan terorisme, kejahatan seksual lewat internet dan kejahatan elektronika lainnya, kami setuju. Akan tetapi kami tidak setuju jika UU tersebut untuk memberangus demokrasi," tegas Rizal saat berada di Semarang, pada awal Maret 2019.

Sementara kalangan juga meyakini, kebebasan menyatakan pendapat di era Jokowi lima tahun terakhir kian terdegradasi akibat pengelompokan alias polarisasi yang kental yang dipelopori kelompok-kelompok pendukung pemerintah. Di media sosial, orang-orang ini bebas berpendapat semaunya bahkan berani membuka data pribadi orang-orang yang mereka anggap tidak sealiran. Hukum seolah tidak mampu menjamah mereka. 

Bukti paling kentara adalah kasus Ulin Yusron, yang dikenal sebagai simpatisan Jokowi di dua kali Pilpres. Ulin menyebarkan data pribadi dua orang yang dianggapnya mengancam Jokowi pada bulan Mei lalu via akun Twitter pribadinya. Padahal, berdasar Pasal 58 UU 24/2013 atas perubahan UU 23/2006 tentang Adminduk, pembukaan informasi data kependudukan hanya bisa dilakukan instansi-instansi negara tertentu seperti Kemendagri dan Kepolisian, untuk pelayanan negara. Tuduhan Ulin pun terbukti tidak benar. Ia hanya merasa perlu meminta maaf dan kasusnya sampai sekarang mengendap. 

Abainya pemerintah terhadap aspirasi civil society berjalan seiring dengan ketidakpedulian "wakil rakyat" di DPR RI. Ini terlihat dari terpilihnya sosok kontroversial, Irjen Pol Firli Bahuri, menjadi Ketua KPK berdasarkan keputusan aklamasi 56 anggota Komisi III DPR RI pada Jumat dini hari (13/9/2019). Sinyal pelemahan KPK semakin nyaring terdengar setelah DPR RI dan pemerintah seiya sekata untuk mengesahkan revisi UU KPK. Dan per kemarin (Kamis, 18/10/2019), revisi UU KPK sudah tercatat dalam Lembaran Negara sebagai UU 19/2019 mengenai Perubahan UU KPK.

Dikutip dari Antara sesaat lalu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengelola keseimbangan antara stabilitas dengan demokrasi. Hal ini ia katakan menanggapi kabar bahwa indeks kebebasan berpendapat Indonesia dalam lima tahun terakhir sudah tidak lagi dalam level bebas.

"Cara menyikapi dan mempersepsi situasi berbeda, pemerintah berpaya mengelola stabilitas dengan demokrasi karena di satu sisi tuntutan demokrasi luar biasa, apalagi dengan pertumbuhan media luar biasa, tapi sulit mengelola stabilitas dengan demokrasi," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), mengutip situs freedomhouse.org, menyatakan indeks kebebasan berpendapat Indonesia tidak di level bebas sejak tahun 2014. Hingga saat ini, menurut situs tersebut, belum ada kemajuan Indonesia dalam sektor kebebasan berpendapat. Elsam berpendapat ada andil pemerintahan Jokowi dalam kemunduran tersebut.

Dua hari lagi, Jokowi-Maruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Bagaimana nasib demokrasi Indonesia di periode kedua pemerintahan Jokowi mungkin bisa terprediksi dari kenyataan-kenyataan di atas.

Indikasi-indikasi tersebut semakin memperkuat urgensi agar kelompok-kelompok sipil yang masih independen untuk segera mengkonsolidasikan diri. Apalagi, kekuatan-kekuatan politik yang tadinya berseteru dalam perhelatan Pemilu sedang asyik-masyuk dalam kompromi tingkat tinggi menyambut halaman baru kepemimpinan Jokowi. 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pelemahan KPK
# perppu kpk
# Demonstrasi Mahasiswa Indonesia
# RUU KPK
# Jokowi-Maruf Amin dilantik
# Jokowi-Maruf Amin dilantik
# Pelantikan Jokowi-Maruf Amin
# RUU KUHP
# Politik
# Jokowi

News Update

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.

Gadget

Resmi Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Tecno Pova 8 5G Worth It Dibeli atau Mending Camon 50 Pro?

Tecno Pova 8 5G rilis mulai Rp4,1 jutaan (naik 66%). David GadgetIn soroti baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, LED Alive Matrix, Dimensity 7100, serta kamera Sony Lythia 600 50 MP.

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.