JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gunung Merapi mengalami letusan dengan tinggi kolom awan panas kurang lebih 3.000 meter dari puncak pada Senin (14/10/2019) sekitar pukul 16.31 WIB.
Selasa pagi (15/10/2019), Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas guguran sebanyak dua kali.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat enam kali gempa guguran dengan amplitudo 2-70 milimeter berdurasi 22-77 detik. Tektonik lokal sebanyak satu kali, amplitudo 10 milimeter, S-P 1.3 detik dan durasi 23 detik.
''Itu gempa guguran bisa berupa guguran lava pijar atau lainnya,'' ujar Kepala PVMBG Kasbani kepada wartawan di Jakarta.
Menurutnya, secara visual gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
Kasbani mengatakan, status Gunung Merapi sampai saat ini masih pada level II atau waspada. Rekomendasi yang diberikan juga masih sama yakni agar tidak ada aktivitas pada jarak 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius yang ditetapkan. Selain itu, mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.
''Agar mewaspadai potensi lahar hujan, terutama di lembah-lembah sungai di sekitar puncak,'' imbau Kasbani.

Share this article
Selasa pagi (15/10/2019), Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sebanyak dua kali.