JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Rangkaian kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) Relawan Penanggulangan Bencana Indonesia Tahun 2019 sukses terlaksana dan resmi ditutup oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, di Belitung, kemarin.
Dalam keterangan pers tertulis BNPB (Sabtu, 12/10/2019), Doni menganggap para relawan sebagai pejuang kemanusiaan yang sangat berarti bagi masyarakat dan memberi kontribusi cukup besar saat penanganan bencana alam.
"Kalian adalah pejuang kemanusian. Bangsa bisa maju karena terdiri dari pejuang-pejuang yang tangguh," ucap Doni kepada para relawan.
Ia kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam kawasan ring of fire yang membuat negara ini tak hanya kaya akan keindahan alam, kesuburan tanah, tetapi juga sarat bencana alam seperti gempabumi, tsunami dan gunung berapi.
AYO BACA : BNPB Gelar Senior Management Traning Tingkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan
Karena itu, para relawan bisa menjadi pelopor penanggulangan bencana yang tangguh di setiap daerah dan selalu memberi contoh yang baik dimulai dari diri sendiri.
"Jadilah motor penggerak di setiap daerah. Jangan lelah berbuat terbaik untuk alam. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat sesuatu," harap eks Danjen Kopassus ini.
Selama kegiatan ini, relawan memiliki andil pada pembentukan karakter penanggulangan bencana Indonesia melalui pembinaan mental dan spiritual, wawasan kebangsaan dan kebudayaan.
Rangakaian kegiatan ini masuk dalam event bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Sebelumnya BNPB menggelar kegiatan Senior Management Traning (SMT) yang diikuti oleh 40 orang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Share this article
Doni menganggap para relawan sebagai pejuang kemanusiaan yang sangat berarti bagi masyarakat dan memberi kontribusi cukup besar saat penanganan bencana alam.