JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat tingginya jumlah korban jiwa akibat bencana di Indonesia.
Bahkan, jumlah korban bencana di Indonesia menempati nomor dua di dunia, terutama karena banyaknya kejadian tanah longsor.
''Pada tahun lalu Indonesia peringkat pertama korban jiwa terbanyak di dunia, tahun ini kedua,'' kata Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat membuka Pengurangan Resiko Bencana (PRB) 2019 di Pangkalpinang, Jumat (11/10/2019).
Dia mengatakan, alam dua bulan terakhir, Indonesia menempati nomor dua terbanyak korban bencana di dunia sehingga diperlukan kepedulian dan kemampuan semua pihak untuk mengurangi risiko bencana.
Doni Monardo berharap, melalui kegiatan PRB menjadi aspirasi bagi semua pihak agar dapat mengurangi risiko bencana. .
''Dalam dua bulan tahun ini korban jiwa di negeri ini terbanyak setelah Haiti,'' bebernya.
Doni Monardo menambahkan, Indonesia termasuk negara yang memiliki resiko bencana terbesar karena selain rawan banjir dan longsor juga memiliki 500 gunung merapi dengan 127 yang aktif.
''Indonesia termasuk negara paling subur di dunia tetapi konsekuensinya memiliki risiko yang tinggi terhadap bencana,'' ujarnya.
Selain itu, Indonesia memiliki 295 patahan lempengan di laut dan darat yang menjadikannya berisiko gempa lebih sering dan risiko tsunami.
''Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan anak negeri dan bangsa untuk meningkatkan kapasitas riset dan teknologi kebencanaan. Karena Indonesia termasuk negara dengan risiko bencana terbesar di dunia,'' jelas Doni Monardo.

Share this article
BNPB mencatat tingginya jumlah korban jiwa akibat bencana di Indonesia.