BANTEN, AYOJAKARTA.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyosialisasikan budaya sadar bencana melalui pergelaran wayang golek.
Acara tersebut digelar di Lapangan Reunghas, Desa Citeurep, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu (5/10/2019).
Pagelaran wayang golek dengan dalang Opick Sunandar Sunarya dari Mekar Arum 2 Giriharja menyampaikan edukasi bencana di tengah pertunjukan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Agus Wibowo mengatakan, edukasi bencana dengan bahasa Sunda cukup efektif agar masyarakat teredukasi sekaligus terhibur.
AYO BACA : Update Gempa Ambon: 23 Orang Meninggal Dunia, Belasan Ribu Mengungsi
Agus mengingatkan, musim kemarau akan segera berakhir di beberapa daerah dan masuk ke musim penghujan. Karena itu, masyarakat perlu membersihkan selokan dan parit agar tidak terjadi banjir.
Untuk wilayah kabupaten Pandeglang sendiri memiliki potensi banjir, gempa bumi, tsunami, kekeringan, puting beliung, dan gunung api. Khusus di Banten ancamannya cukup tinggi untuk bencana puting beliung.
"BNPB bukan menakut-nakuti, tetapi mengingatkan dan memberikan pendidikan serta sosialisasi dalam penyelamatan diri ketika terjadi bencana," kata dia melalui siaran pers BNPB yang diterima redaksi, Minggu (6/10/2019).
Sosialisasi sadar bencana sebelumnya dilakukan di Bogor, Gresik, Pekalongan, dan Karangasem, Bali.
AYO BACA : Jokowi dan Rombongan Pejabat Laksanakan Salat Minta Hujan

Share this article
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Agus Wibowo mengatakan, edukasi bencana dengan bahasa Sunda cukup efektif agar masyarakat teredukasi sekaligus terhibur.