JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Ajakan Presiden Joko Widodo kepada gerakan
mahasiswa untuk berdialog di Istana Presiden mendapat penolakan bertubi-tubi.
Setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia yang mengajukan sejumlah syarat, penolakan juga datang dari Universitas Paramadina, Jakarta. Dalam surat yang ditandatangani Sekjen Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina, Salman Ibnu Fuad, mereka menolak ajakan pertemuan apapun dengan pihak-pihak yang dianggap sudah menerima aspirasi tiap-tiap elemen masyarakat lewat berbagai macam aksi yang telah dilakukan.
Serikat Mahasiswa Paramadina hanya meminta Presiden segera merealisasikan aspirasi rakyat yaitu, pertama, mengeluarkan Perppu terkait untuk menganulir revisi UU KPK yang dinilai bukanlah sebuah UU yang memperkuat KPK.
Kedua, menolak pengesahan dan meninjau ulang RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) yang dinilai mengancam hak privasi warga negara; terlalu tergesa-gesa dan tidak melewati prosedur yang sebagaimana mestinya dalam proses legislasi.
Ketiga, menolak dengan tegas komentar Menteristekdikti, M Nasir, yang mencoba mengadu domba mahasiswa dan kampus.
Keempat, mengecam segala aksi represif yang diterapkan aparat keamanan kepada aktivis-aktivis kemanusiaan dan lingkungan, dan merevisi SoP penanganan demonstrasi massa yang sangat tidak humanis.
Kelima, mengusut tuntas dua pejuang rakyat yang gugur ditembak dari Universitas Haluoleo sewaktu menyampaikan aspirasi rakyat
"Kami Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk lebih mendengar aspirasi yang ada di bawah alih-alih mendengar pembisik-pembisik yang kami kira keliru dalam memberikan masukan yang justru membakar amarah warga negara dan tidak mencerminkan kepentingan dan keamanan rakyat Indonesia," dikutip dari surat yang diterima redaksi.
Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina mengajak para mahasiswa yang merasa tidak dilibatkan dalam hal konsep maupun teknis untuk tetap berjuang dan mengawal perjuangan yang telah dilakukan dengan cara yang lebih efektif, efisien dan tak rentan untuk ditunggangi.
"Dan sekali lagi kami Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina mengecam kepada siapapun yang berusaha untuk memainkan agenda politiknya dengan menunggangi dan memanfaatkan gerakan masyarakat yang tulus dan berbicara mengenai kemaslahatan untuk semuanya," tutup pernyataan itu.
AYO BACA : Diundang Jokowi, Mahasiswa Ajukan Syarat Pertemuan Terbuka untuk Publik
Share this article
Serikat Mahasiswa Paramadina hanya meminta Presiden segera merealisasikan aspirasi rakyat.