JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kabut asap kiriman dari sejumlah provinsi di Sumatera yang mengalami kebakaran hutan dan lahan kini menyelimuti Aceh.
"Sejak Selasa sore, kemungkinan besar asap kebakaran dari provinsi di Sumatera. Sebab di Aceh, tidak tampak titik panas beberapa hari terakhir," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Rabu (18/9/2019).
Ia menjelaskan, kabut asap kiriman tersebut diperkuat oleh arah angin di wilayah Indonesia bagian barat yang secara umum mengarah ke tenggara, dan memiliki kecepatan berkisar antara lima hingga 15 knots.
Akibat yang ditimbulkan di sejumlah daerah provinsi paling barat Indonesia, yaitu turunnya jarak pandang menjadi dua hingga empat kilometer terutama di darat maupun wilayah perairan di Aceh.
Data BMKG pada Selasa (17/9) menyebut, satelit Terra dan Aqua mendeteksi 498 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Provinsi paling banyak menyumbang titik panas, yakni Sumatera Selatan 194 titik, Jambi 174 titik, dan Riau 60 titik.
"Adapun sejumlah daerah di Aceh terkena paparan asap secara umum berada di wilayah timur di antaranya Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan Aceh Utara," kata dia.
Ia mengatakan, kabut asap kiriman ini belum sampai mengganggu aktivitas pelayaran di laut dan transportasi udara. Meski begitu, perlu meningkatkan kewaspadaan melalui koordinasi syahbandar dan navigasi setempat.
"Dari hasil pantauan, kami perkirakan kabut asap ini masih bertahan sampai tiga hari ke depan. Tapi beberapa daerah di Aceh, saat ini terjadinya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat," ucap Zakaria.

Share this article
kabut asap kiriman tersebut diperkuat oleh arah angin di wilayah Indonesia bagian barat yang secara umum mengarah ke tenggara, dan memiliki kecepatan berkisar antara lima hingga 15 knots.