JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM-- Pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari. Pada 17 April mendatang, masyarakat yang telah memenuhi syarat akan memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, serta DPRD.
Tak terkecuali para milenial yang beberapa di antaranya merupakan pemilih pemula. Untuk memudahkan milenial menentukan opsi pilihan calon legislatif yang berjumlah ratusan, Ayobandung.com merangkum empat cara yang dapat dilakukan sebelum menentukan pilihan :
1. Saring dari preferensi
Co-founder Relawan Edukasi Anti-Hoaks Indonesia, Astari Yanuarti mengatakan bahwa salah satu cara yang dapat memudahkan milenial untuk menyaring caleg yang sesuai adalah dengan menentukan preferensi pribadi.
Misalnya, seseorang menganggap proporsi perempuan dalam parlemen yang lebih besar adalah hal yang penting. Sehingga, orang tersebut dapat menyaring caleg dengan hanya memilih caleg perempuan.
"Jadi screeningnya makin mudah," ungkapnya ketika dijumpai pada diskusi Meningkatkan Kesiapan Pemilih Pemuda Menghadapi Pemilu 2019 di Era Digital di Padepokan Mayang Sunda Bandung, Rabu (3/4/2019).
Atau, bila menganggap keterwakilan suara pemuda adalah hal penting, maka seseorang dapat hanya melihat caleg-caleg yang berusia muda.
2. Manfaatkan website dan aplikasi
Di samping menentukan preferensi pribadi, milenial juga dapat memanfaatkan teknologi untuk mengenali latar belakang maupun visi-misi caleg lebih jauh. Caranya adalah dengan mengakses sejumlah portal web dan atau aplikasi yang menyediakan informasi soal hal tersebut.
Sebagian di antaranya bahkan memfasilitasi penggunaannya untuk menyortir caleg sesuai dapil masing-masing. Beberapa di antara portal web penyedia informasi caleg adalah Pintarmemilih.id, JariUngu.com, CalegPedia.id, dan web Komisi Pemilihan Umum (KPU).
3. Pilih dari kriteria caleg
Setelah mendapat akses untuk menelisik visi misi caleg lebih jauh, milenial dapat mulai menyortir caleg yang memiliki visi misi sesuai dengan nilai yang diadopsi diri masing-masing.
"Misalnya memilih yang usianya di bawah 35 tahun agar lebih dapat mendengarkan aspirasi milenial. Atau yang memiliki latar belakang pendidikan paling seusai dan kontribusi di masyarakat yang paling sesuai dengan teman-teman," ungkap Peneliti Perludem, Usep Hasan Sadikin.
4. Pilih partainya
Usep mengatakan, bila masih merasa bingung, milenial dapat memilih caleg dari partainya. Pasalnya, jumlah partai yang hanya 16 buah jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta caleg yang mencapai ratusan.
Meski demikian, bila memutuskan memilih berdasarkan partai, ada hal khusus yang dapat menjadi pertimbangan agar suara yang diberikan tak hangus sia-sia.
"Ada ambang batas parlemen 4%. Ini bisa jadi pertimbangan untuk memilih partai-partai yang pasti masuk parlemen agar suara tidak hangus. Dari pertimbangan itu, partai yang masuk pertimbangan akan jadi lebih sedikit lagi," jelasnya.

Share this article
Pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari. Pada 17 April mendatang, masyarakat yang telah memenuhi syarat akan memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, serta DPRD.