AYOJAKARTA.COM - Nama Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan di Kabinet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, tengah jadi sorotan publik.
Ribuan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menuntut agar Dudy Purwagandhi segera dicopot dari jabatannya.
Mereka menilai kebijakan Dudy lebih berpihak pada aplikator transportasi online dibandingkan kesejahteraan para pengemudi.
Harta Kekayaan Fantastis Rp82,7 Miliar
Laporan LHKPN 2024 menunjukkan Dudy Purwagandhi memiliki total harta Rp82,76 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp41 miliar berupa aset tanah dan bangunan, termasuk properti di Jakarta Selatan senilai Rp25 miliar serta tanah warisan Rp6,3 miliar.
Ia juga tercatat memiliki aset lain di Bekasi, Tangerang, hingga Tangsel dengan nilai belasan miliar rupiah. Selain properti, Dudy mengoleksi kendaraan mewah senilai Rp5,9 miliar.
Koleksinya mencakup Toyota Land Cruiser 200 AT (Rp2,1 miliar), Mercedes Benz E300 (Rp1,34 miliar), Hyundai Ioniq 5 EV (Rp977 juta), Toyota Alphard, Camry, Honda Jazz, hingga motor listrik BMW CE04.
Tak hanya itu, Dudy juga punya kas dan setara kas Rp30,4 miliar, surat berharga Rp234 juta, serta aset bergerak lainnya Rp5,5 miliar. Dengan utang hanya Rp310 juta, kekayaan bersihnya mencapai Rp82,76 miliar.
Aksi 179 Driver Ojol
Desakan agar Dudy mundur makin menguat seiring rencana aksi besar-besaran pada 17 September 2025, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.
Aksi bertajuk 179 Ojol akan digelar di Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan Gedung DPR RI. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut kebijakan Dudy cenderung “vendor driven policy” karena lebih menguntungkan perusahaan aplikator dibanding driver.
Baca Juga: Adu Spesifikasi Samsung S25 FE vs S24 FE, Apa Saja Keunggulannya?
Dalam pernyataan resminya, Garda membawa tujuh tuntutan utama, mulai dari RUU Transportasi Online masuk Prolegnas 2025–2026, potongan aplikator maksimal 10 persen, hingga pencopotan Menhub Dudy Purwagandhi. Aksi ini juga didukung aliansi mahasiswa, termasuk BEM UI.
Profil Singkat Dudy Purwagandhi
Lahir di Manado pada 23 September 1970, Dudy menamatkan pendidikan hukum di Universitas Trisakti. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor transportasi dan bisnis, termasuk menjabat Direktur di sejumlah perusahaan hingga Komisaris PT PLN (Persero) sebelum akhirnya dipercaya Presiden Prabowo sebagai Menteri Perhubungan ke-33 pada 21 Oktober 2024.
Dengan kekayaan fantastis dan kebijakan kontroversialnya, Dudy kini berada di persimpangan antara desakan publik dan kepercayaan politik.***

Share this article
Harta Menhub Dudy Purwagandhi tembus Rp82,7 M. Namun ia didesak mundur ribuan driver ojol karena dinilai pro aplikator. Aksi 179 Ojol tuntut pencopotan hingga regulasi transportasi online.