AYOJAKARTA.COM - Kasus penemuan material radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, membuat publik geger.
Temuan ini bermula dari penolakan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat pada Agustus 2025. Food and Drug Administration (FDA) serta Bea Cukai AS mendeteksi adanya radiasi pada kontainer yang masuk ke pelabuhan Los Angeles dan Miami.
Investigasi lintas negara pun menelusuri asal kontaminasi hingga ke PT Bahari Makmur Sejati (BMS) di Cikande.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Segera Rilis Januari 2026, Intip Segudang Fitur Menarik yang Dimilikinya
Hasil pemeriksaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkap bahwa scrap metal di kawasan industri tersebut positif mengandung Cs-137.
Lebih mengejutkan, sebagian material radioaktif bahkan sudah dipakai warga sebagai campuran pondasi bangunan.
Padahal, Cs-137 termasuk radiasi pengion berbahaya yang berisiko menyebabkan kanker, penyakit radiasi, hingga kematian jika paparan tinggi terjadi.
Pemerintah bergerak cepat. Kementerian Koordinator bidang Pangan menyebut 1.562 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan, dengan hasil tidak ada dampak serius. Namun, Kemenkes tetap menyiapkan obat bagi warga dengan paparan cukup tinggi.
Baca Juga: Udang Beku Tercemar dan Ditemukan Serpihan Besi Radioaktif, Ini Kronologi Lengkap Kasus Cikande
"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap tadi 1.562 pekerja dan masyarakat tidak menimbulkan dampak serius," ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam Konferensi Pers di Kantor Kemenko bidang Pangan, Selasa (30/9/2025).
Sementara itu, tim gabungan dari Bapeten, BRIN, KLHK, hingga Bareskrim Polri melakukan evakuasi material radioaktif lebih dari 7 kuintal ke fasilitas penyimpanan khusus.
Bagaimana Cara Mendekontaminasi Objek yang Terpapar Radiasi?
Menurut para ahli, objek atau manusia tidak otomatis menjadi radioaktif setelah terkena radiasi. Kontaminasi biasanya terjadi jika partikel radioaktif berbentuk debu menempel di permukaan.
Baca Juga: Pendaftaran Pembinaan Aktivitas Pemuda 2025 Diperpanjang, Cek Jadwal Terbarunya di Sini
Oleh karena itu, langkah paling dasar dekontaminasi adalah mencuci dengan sabun dan air. Bahkan, melepas pakaian luar dapat mengurangi hingga 90% bahan radioaktif pada tubuh.
Jika terpapar dosis tinggi, dekontaminasi dilakukan menggunakan bahan kimia kuat seperti asam nitrat dan permanganat yang mampu mengikat logam radioaktif dalam proses khelasi.
Limbah hasil pembersihan kemudian harus disimpan aman di silo beton bertulang atau dikubur dalam tanah.
Praktik dekontaminasi serupa pernah dilakukan di Chernobyl dan Fukushima, di mana beton tebal, penyaringan air, hingga penyimpanan jangka panjang dipakai untuk mengurangi risiko penyebaran zat radioaktif.
Kasus Cikande menjadi peringatan keras bagi Indonesia. Regulasi pengelolaan limbah industri harus ditegakkan dengan sanksi pidana maupun perdata bagi perusahaan yang lalai.
Selain untuk melindungi kesehatan warga, pengawasan ketat juga penting menjaga kepercayaan internasional terhadap ekspor Indonesia, baik pangan maupun logam.***
Share this article
Kasus radioaktif Cs-137 di Cikande gegerkan publik. Pemerintah evakuasi material berbahaya & periksa 1.562 warga. Dekontaminasi bisa dengan sabun-air, hingga bahan kimia khusus untuk dosis tinggi.