AYOJAKARTA.COM - Pengamat ekonomi Bennix menegaskan sikapnya soal polemik antara Purbaya dan Luhut terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski diwarnai kontroversi, mulai dari rendahnya serapan anggaran hingga isu keracunan makanan, Bennix tetap mendukung program ini agar dilanjutkan dengan sistem yang lebih ketat dan transparan.
“Gue kecewa banget, dana MBG malah dibalikin. Padahal kalau dijalankan dengan benar, program ini bisa muter ekonomi rakyat sampai ratusan triliun,” tegas Bennix dalam video di chanel Youtube-nya. Bennix menilai dua hal utama yang membuat MBG wajib diteruskan:
Baca Juga: Numerologi vs Zodiac, Mana yang Lebih Akurat Untuk Mengenal Diri?
- Aspek sosial: Program ini menjawab masalah serius soal gizi dan stunting di Indonesia. “Gue pernah lihat ibu-ibu di pelosok makan satu potong paha ayam dibagi empat. Gimana generasi kita mau kuat kalau gizinya aja enggak cukup?” ujarnya.
- Aspek ekonomi: MBG mendorong ekonomi lokal karena semua bahan makanan harus segar dan dibeli dari pasar daerah.
“Kalau makanannya fresh, artinya enggak bisa impor. Harus beli dari petani, peternak, nelayan lokal. Itu yang bikin ekonomi rakyat hidup,” jelas Bennix.
Bennix juga memuji Purbaya, yang berani menyoroti dana MBG tak terserap. “Gue salut sama Purbaya. Dia konsisten. Kalau anggaran enggak jalan, ya wajar dong ditarik dan dialihkan ke program yang lebih produktif,” katanya.
Namun, ia mengkritik keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang justru mengembalikan anggaran. Menurutnya, langkah itu menunjukkan kinerja belum maksimal.
Baca Juga: Spesifikasi Motorola Razer 60 Ultra, HP Unik dengan Keyboard Qwerty
“Bukannya eksekusi program dengan baik, malah balikin duit. Ini bukan prestasi, Bro. Duit itu harusnya dipakai buat rakyat, bukan disimpan lagi di bank,” ujar Bennix. Bennix mendukung penuh MBG asal disertai pengawasan ketat dan sanksi tegas:
- Audit independen terhadap seluruh dapur penyedia (SPPG).
- Hukum berat bagi pihak yang lalai hingga menyebabkan keracunan.
- Pastikan setiap bahan makanan aman dan bergizi.
“Gue enggak peduli siapa pemilik dapurnya, mau jenderal atau lurah. Yang penting makanannya bergizi, enggak basi, dan bikin anak Indonesia sehat,” tegasnya.
Bennix menyimpulkan, MBG bukan sekadar program sosial, tapi strategi ekonomi nasional. “Ini proyek strategis bangsa. Bukan buat oligarki, tapi buat rakyat kecil seperti petani, peternak, nelayan, dan anak sekolah kita,” pungkas Bennix.***
Baca Juga: Kabar Gembira! Jakarta Job Fair Goes To Campus UNJ, Catat Jadwalnya
Share this article
Bennix dukung Program Makanan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan meski kontroversi. Ia tegas: “Dana jangan dibalikin, perbaiki sistemnya biar rakyat kecil dan UMKM tetap hidup.”