AYOJAKARTA.COM - Bangsa Indonesia kembali berduka. Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Kepergiannya menandai akhir perjalanan panjang seorang jenderal yang berpengaruh di era Orde Baru, baik sebagai Panglima ABRI maupun Wakil Presiden.
Karier Try Sutrisno yang menanjak dari prajurit hingga Panglima ABRI (1988–1993) lalu Wakil Presiden (1993–1998) meninggalkan sejumlah momen penting dalam sejarah politik dan keamanan Indonesia. Berikut lima momen bersejarah tersebut.
1. Peristiwa Talangsari (1989)
Saat menjabat Panglima ABRI, Try Sutrisno menghadapi insiden Talangsari di Lampung yang melibatkan kelompok Warsidi.
Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan dalam diskursus pelanggaran HAM berat.
Komnas HAM melalui tim ad hoc menyimpulkan terdapat dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan korban tewas, pengusiran paksa, penyiksaan, hingga perampasan kemerdekaan.
Proses hukum mengacu pada UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Meski demikian, dinamika penyelidikan dan koordinasi dengan Kejaksaan Agung menjadi tantangan tersendiri dalam penuntasan kasus tersebut.
2. Insiden Santa Cruz, Timor Timur (1991)
Sebagai Pangab, Try Sutrisno juga memegang komando saat terjadi insiden penembakan di Pemakaman Santa Cruz, Dili.
Peristiwa ini mengundang perhatian internasional terhadap situasi di Timor Timur.
Sikap Try Sutrisno kala itu dikenal tegas dalam membela langkah aparat dengan alasan menjaga stabilitas nasional.
Namun, tragedi tersebut tetap menjadi bagian penting dalam catatan sejarah HAM Indonesia.
3. Status DOM di Aceh (Awal 1990-an)
Di bawah kepemimpinannya, pemerintah menetapkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) guna menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Kebijakan ini merupakan salah satu operasi militer terbesar era Orde Baru dan berdampak panjang terhadap dinamika keamanan dan politik di wilayah tersebut.
4. Terpilih Jadi Wapres Lewat Manuver Politik (1993)
Momen politik paling unik terjadi menjelang Sidang Umum MPR 1993. Fraksi ABRI secara cepat mencalonkan Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto.
Langkah ini dinilai sebagai strategi memastikan figur militer menduduki kursi RI-2. Hasilnya, ia terpilih secara aklamasi.
5. Menjaga Stabilitas Saat Krisis 1997–1998
Sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno mendampingi Soeharto di awal krisis moneter Asia yang mengguncang Indonesia.
Dalam situasi sosial-politik yang memanas, perannya penting dalam menjaga komunikasi antara militer dan pemerintahan hingga masa transisi menuju era B. J. Habibie.
Warisan Try Sutrisno tak lepas dari kontroversi, terutama dalam isu HAM.
Namun, loyalitas dan prinsip “Manunggalnya TNI dengan Rakyat” menjadikannya figur sentral dalam sejarah militer dan politik Indonesia.
Lima momen ini memperlihatkan betapa besar pengaruhnya dalam menentukan arah bangsa di masa krusial.***

Share this article
Indonesia berduka atas wafatnya Wapres ke-6, Try Sutrisno (2/3/2026). Mantan Panglima ABRI ini tokoh kunci Orde Baru yang mewarnai sejarah lewat peristiwa Talangsari, Santa Cruz, hingga DOM Aceh.