AYOJAKARTA.COM — Ancaman gempa megathrust dengan kekuatan hingga 8,9 magnitude masih menjadi perhatian masyarakat.
Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa megathrust hanya tinggal menghitung waktu.
BMKG menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa memprediksi kapan gempa megathrust akan terjadi.
Seperti yang diketahui, zona yang berpotensi akan terjadi gempa adalah Mentawai-Siberut dan Selat Sunda.
Artinya, dua zona tersebut sewaktu-waktu akan melepaskan energinya setelah ratusan tahun tidak ada pergerakan.
Diprediksikan guncangan gempa megathrust akan dirasakan hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang akan terdampak akibat gempa megathrust adalah Bengkulu.
Meteorologi dan Geofisika BMKG Kepahiang, Nabila Ardiana mengatakan bahwa kesiapan wilayah Bengkulu masih sangat minim.
“Untuk infrastruktur masih kurang. Ini ancamannya kalau terjadi gempa di Mentawai Pagai itu resiko utamanya mungkin tsunami,” kata Nabila, dikutip dari kanal YouTube METRO TV pada Sabtu, 24 Agustus 2024.
Nabila mengungkapkan risiko utama akibat gempa yang terjadi di zona Mentawai adalah tsunami.
Baca Juga: Siaga Gempa Megathrust! Peneliti BMKG Ungkap 13 Zona Rawan yang Bisa Mengancam Kapan Saja
Sayangnya, kesiapan infrastruktur di wilayah Bengkulu untuk menghadapi bencana tersebut masih sangat minim.
Pasalnya, saat ini hanya ada tiga tower peringatan tsunami saja yang terpasang di wilayah Bengkulu.
Adapun ketiga tower peringatan tsunami yang disiapkan BMKG semuanya dipasang di Kota Bengkulu.
Sementara, kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu belum tower peringatan tsunami dari BMKG.
“Karena adanya tsunami itu, sedangkan di Bengkulu baru ada sirine yang dari BMKG baru ada tiga terpasang di Kota Bengkulu. Sedangkan di kabupaten-kabupaten lain masih belum ada,” ungkapnya.***

Share this article
Ancaman gempa megathrust dengan kekuatan hingga 8,9 magnitude masih menjadi perhatian masyarakat. Ini kata BMKG.